- 26 Nov 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 Jun
AKBP Dermawan Karosekali, Kepala Bagian Operasi Ditlantas Polda Metro Jaya, dikeroyok anggota Pemuda Pancasila yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021). 20 anggota Pemuda Pancasila ditangkap, 15 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi pun mengultimatum agar Pemuda Pancasila menyerahkan anggotanya yang terlibat pengeroyokan atau akan dikejar.
Sejarah resmi Pemuda Pancasila mencatat bahwa cikal bakalnya adalah Pemuda Patriotik yang didirikan oleh Partai IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) pada 28 Oktober 1959. Organisasi ini dibentuk guna mendukung Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. Ketika Pemuda Patriotik berdiri, seperti juga organisasi lainnya, harus setia kepada Presiden Sukarno. Pemuda Patriotik tidak bisa mengelak, karena ia memang masih onderbouw (organisasi sayap) IPKI yang didirikan oleh Jenderal TNI A.H. Nasution.
“Setelah sekian lama Pemuda Patriotik berjalan, dalam Kongres IPKI ke IV tahun 1964, nama Pemuda Patriotik diubah menjadi Pemuda Pancasila,” tulis Japto S. Soerjosoemarno, Ketua Umum Pemuda Pancasila sejak 1981, dalam “Pemuda Pancasila Dulu, Kini, dan Akan Datang”, yang termuat dalam Percikan Pemikiran Yapto S. Soerjosoemarno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















