- 31 Des 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Mar
LARUT malam di Leiden, Belanda. Lampu kamar asrama mahasiswa teologi Fakultas Sastra Universitas Leiden masih menyala. Ada dua orang di dalam kamar: Snouck Hurgronje dan Herman Bavinck. Mereka belum juga kelar mendaras halaman-halaman Alkitab tua.
Snouck menikmati kuliahnya di Leiden. Para pengampunya merupakan “modernis Leiden” yang saat itu mendominasi wacana baru tentang penafsiran Alkitab di Eropa. Antara lain Abraham Kuenen, C.P. Tiele, L.W.E. Rauwenhoff, dan Julius Welhausen. Label “modernis Leiden” disematkan lantaran pendekatan analitis kritis mereka terhadap kitab suci.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















