top of page

Demam Kebal Peluru di Front Bandung

Segala cara dilakukan para pejuang Republik guna menghadapi tentara Belanda. Mulai memasang jimat mematikan hingga merapal ajian anti pelor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pemuda di front Bandung sedang melakukan pemeriksaan. (IPPHOS).

  • 13 Feb 2021
  • 3 menit membaca

MENJELANG revolusi bergulir di Front Bandung, tersebutlah seorang “kiai sakti” bernama Abdulhamid di Ciamis. Rumor mengatakan dia memiliki sebuah “sumur keramat” yang airnya bisa membuat seseorang kebal terhadap senjata tajam dan peluru. Maka berduyun-duyunlah para pemuda yang tengah mengidap demam kebal peluru datang untuk menemuinya.


“Konon setiap hari dia bisa menerima pasien hingga jumlah ratusan orang,” ungkap Odoy Soedarja, anggota intelijen Divisi Siliwangi pada era 1946-1949.


Soal kiai Ciamis itu sempat dibahas oleh sejarawan John R.W. Smail dalam bukunya, Bandung in the Early Revolution 1945-1946. Menurut Smail, begitu besarnya reputasi sang kiai hingga banyak pemuda (sebagian dari kalangan terpelajar) dan orang dewasa rela menempuh jarak 250 mil perjalanan pulang-pergi dengan kereta api hanya untuk menemuinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
transparant.png
bottom of page