top of page

Derap Laju Partai NU

NU didirikan sebagai orgnisasi sosial-keagamaan. Namun, NU juga memainkan peran dalam politik bahkan pernah mendirikan partai politik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

​

19 Nov 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 31 Jan

SALAH satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU). NU bak bunga di taman yang dikerubuti kumbang-kumbang. Organisasi ini bukan partai politik tapi memainkan peran politik yang cukup penting di tengah arena pertarungan perebutan kekuasaan.


Namun, sejak dibentuk sebagai organisasi sosial-keagamaan pada 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama (NU) tak begitu saja melepaskan perhatian pada isu dan kepentingan politik. Hingga pada satu titik, tahun 1952, ia keluar dari Masyumi dan menyatakan diri sebagai partai politik.


Namun, selalu tak mudah menilai watak politik NU. Sebagian pengamat menilainya oportunis, sebagian yang lain menganggapnya luwes dan akomodatif. Pada kenyataannya, sikap apapun yang diambil tak bisa menyelamatkan NU dari permainan culas kekuasaan. Ia tak diberi porsi yang proporsional dari rezim yang dibelanya, dikucilkan, dipaksa berfusi dengan partai Islam lain, hingga digerogoti pengaruhnya sehingga harus mengambil keputusan untuk kembali ke Khittah 1926.



Di dalam dirinya, NU juga tak bisa menghindari diri dari perbedaan pandangan dan orientasi, yang kemudian mewujud dalam apa yang dikenal sebagai NU kultural dan NU politik. Kini, yang disebut terakhir bertebaran di sejumlah partai, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


Itulah yang membuat kami tertarik membahasnya: menampilkan masa lalu NU sebagai partai politik. Benar NU punya hubungan dengan PKB, namun seringkali lakon politik PKB tidak selamanya sejalan dengan NU. Masing-masing memainkan perannya.


Maka, dalam laporan khusus ini kami hadirkan NU sebagai partai politik: Partai NU, juara kedua dalam Pemilu 1955. Menuliskan perjalanan partai nahdliyin ini dalam rentang sejarah di Indonesia, mulai Pemilu pertama 1955 sampai dengan Pemilu 1971, pemilu pertama di masa Soeharto sekaligus Pemilu multipartai terakhir sebelum akhirnya NU dilebur ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


Liputan khusus ini sebuah ikhtiar untuk menelusuri peran politik yang dimainkan oleh NU dan sejauh mana peran itu mendatangkan hasil baik bagi NU sendiri maupun bagi bangsa Indonesia.


Berikut ini laporan khusus Partai NU



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
transparant.png
bottom of page