top of page

Sejarah Indonesia

Derap Laju Partai

Derap Laju Partai NU

NU didirikan sebagai orgnisasi sosial-keagamaan. Namun, NU juga memainkan peran dalam politik bahkan pernah mendirikan partai politik.

Oleh :
18 November 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

...

SALAH satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU). NU bak bunga di taman yang dikerubuti kumbang-kumbang. Organisasi ini bukan partai politik tapi memainkan peran politik yang cukup penting di tengah arena pertarungan perebutan kekuasaan.


Namun, sejak dibentuk sebagai organisasi sosial-keagamaan pada 1926, Nahdlatul Ulama (NU) tak begitu saja melepaskan perhatian pada isu dan kepentingan politik. Hingga pada satu titik, tahun 1952, ia keluar dari Masyumi dan menyatakan diri sebagai partai politik.


Namun, selalu tak mudah menilai watak politik NU. Sebagian pengamat menilainya oportunis, sebagian yang lain menganggapnya luwes dan akomodatif. Pada kenyataannya, sikap apapun yang diambil tak bisa menyelamatkan NU dari permainan culas kekuasaan. Ia tak diberi porsi yang proporsional dari rezim yang dibelanya, dikucilkan, dipaksa berfusi dengan partai Islam lain, hingga digerogoti pengaruhnya sehingga harus mengambil keputusan untuk kembali ke Khittah 1926.


Di dalam dirinya, NU juga tak bisa menghindari diri dari perbedaan pandangan dan orientasi, yang kemudian mewujud dalam apa yang dikenal sebagai NU kultural dan NU politik. Kini, yang disebut terakhir bertebaran di sejumlah partai, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


Itulah yang membuat kami tertarik membahasnya: menampilkan masa lalu NU sebagai partai politik. Benar NU punya hubungan dengan PKB, namun seringkali lakon politik PKB tidak selamanya sejalan dengan NU. Masing-masing memainkan perannya.


Maka, dalam laporan khusus ini kami hadirkan NU sebagai partai politik: Partai NU, juara kedua dalam Pemilu 1955. Menuliskan perjalanan partai nahdliyin ini dalam rentang sejarah di Indonesia, mulai Pemilu pertama 1955 sampai dengan Pemilu 1971, pemilu pertama di masa Soeharto sekaligus Pemilu multipartai terakhir sebelum akhirnya NU dilebur ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


Liputan khusus ini sebuah ikhtiar untuk menelusuri peran politik yang dimainkan oleh NU dan sejauh mana peran itu mendatangkan hasil baik bagi NU sendiri maupun bagi bangsa Indonesia.


Berikut ini laporan khusus Partai NU:

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Hind Rajab dan Keheningan yang Memekakkan Telinga

Hind Rajab dan Keheningan yang Memekakkan Telinga

Film “The Voice of Hind Rajab” jadi antidot amnesia kisah bocah Gaza yang dibantai Israel dengan 335 peluru. PBB menyertakan tragedinya sebagai bagian dari genosida.
S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

Sebagai murid, S.K. Trimurti tak selalu sejalan dengan guru politiknya. Dia menentang Sukarno kawin lagi dan menolak tawaran menteri. Namun, Sukarno tetap memujinya dan memberinya penghargaan.
Orde Baru “Memfitnah” Orang Dayak

Orde Baru “Memfitnah” Orang Dayak

Dulu, orang Dayak dituduh pembakar hutan yang lebih berbahaya dari industri. Padahal, tidak banyak lahan hutan alam Kalimantan yang mereka gunduli.
Arsip Korupsi Sejak Zaman Kompeni

Arsip Korupsi Sejak Zaman Kompeni

Korupsi sejak masa VOC hingga kolonial Belanda terekam dalam arsip. Korupsi akan terus ada karena berkaitan dengan kekuasaan, kewenangan, dan keserakahan manusia.
Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Dari pelatih sepakbola Timnas Indonesia Toni Pogacnik hingga pembalap Hengky Iriawan. Sejumlah pahlawan olahraga yang mewarnai sejarah Indonesia dimakamkan di TPU Petamburan.
bottom of page