top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Derita Anak Pramoedya dan Slank

Menjauhi dunia menulis, Yudistira Ananta Toer mendekatkan diri pada musik sejak remaja, saat dirinya merasakan perlakuan diskriminatif.

9 Feb 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Yudistira dan ayahnya, Pramoedya Ananta Toer, saat bertemu pertama kali usai pembebasan Pram. (Repro Nyanyi Sunyi Seorang Bisu).

Diperbarui: 29 Des 2025

DIA masih bayi ketika ayahnya, Pramoedya Ananta Toer (1925-2006), ditahan sebagai tahanan politik (tapol) tanpa pengadilan oleh rezim Orde Baru. Bersama saudarinya dan ibunya, Siti Maemunah Thamrin, dia hidup dalam kesulitan sepanjang ayahnya ditahan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page