top of page

Di Balik Pembangunan Stadion GBK

Hubungan paling mesra Indonesia dan Uni Soviet terjadi ketika di bawah Sukarno dan Khrushchev. Salah satu wujudnya: Stadion Utama Gelora Bung Karno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev dan Presiden Sukarno. Ilustrasi: Gun Gun Gunadi/Historia.

  • 20 Feb 2018
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 21 Jul

SALAH satu agenda Nikita Khrushchev dalam kunjungan ke Indonesia adalah meninjau proyek-proyek pemerintah. Dalam sebuah kesempatan, Presiden Sukarno mengundang rombongan Khrushchev menyaksikan lokasi rekonstruksi kompleks olahraga. Sebuah stadion dengan atap melingkar menjadi pusatnya.


“Sukarno meminta agar kami membangun stadion di ibu kota negaranya, Jakarta, yang akan menampung ribuan penonton,” kenang Khrushchev dalam memoarnya Memoirs of Nikita Khrushchev: Volume 3.


Pada Februari 1960, proyek itu masih berbentuk maket ketika Khrushchev meninjaunya. Kini, ia menjadi stadion kebangaan milik rakyat Indonesia: Gelora Bung Karno (GBK).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah Indonesia merdeka, Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai menteri luar negeri pertama. Sepanjang hidupnya berkutat dengan urusan diplomasi dan hubungan luar negeri.
bg-gray.jpg
Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
Pada 1 Juli 1953, De Javasche Bank berganti nama menjadi Bank Indonesia, Sjafruddin pun menjadi Gubernur Bank Indonesia pertama.
Pada 1 Juli 1953, De Javasche Bank berganti nama menjadi Bank Indonesia, Sjafruddin pun menjadi Gubernur Bank Indonesia pertama.
Terumbu karang buatan di Gibraltar memicu ketegangan antara Spanyol dan Inggris. Konflik di masa lalu bisa kembali terbuka.
Terumbu karang buatan di Gibraltar memicu ketegangan antara Spanyol dan Inggris. Konflik di masa lalu bisa kembali terbuka.
Superhero perempuan tangguh dari semesta Marvel. Membawa agenda pemberdayaan perempuan.
Superhero perempuan tangguh dari semesta Marvel. Membawa agenda pemberdayaan perempuan.
Pada masa kolonial, aturan yang mengekang kebebasan berpendapat hanya diberlakukan di negeri jajahan. Tidak di negeri induknya.
Pada masa kolonial, aturan yang mengekang kebebasan berpendapat hanya diberlakukan di negeri jajahan. Tidak di negeri induknya.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
transparant.png
bottom of page