top of page

Di Balik Tewasnya Emod

Otoritas Belanda menahan serdadu KNIL yang menolak berperang melawan RI. Salah satu tersangka kematian Emod adalah pemimpin pemogokan tentara itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perjuangan kemerdekaan juga diupayakan dari Australia yang dilakukan aktivis dan serdadu KNIL yang mogok perang. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

13 Okt 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

DIAM-diam, otoritas Belanda di Australia pada sekitar 6 November 1946 memindahkan 13 orang tawanannya di Kamp Casino, pedalaman New South Wales ke Batavia. Para tahanan itu adalah Gozali, Kemirin, Woworoentoe, Kamagi, Tala, Tuala, Karto, Praitano, Dengah, Moestari, Sahja, Lengkong, Jadi, dan Lantang.


“Saya melaporkan peristiwa menghilangnya 13 orang tahanan secara rahasia kepada Menteri Calwell pada 7 November 1946 yang dibawa lari penguasa Belanda di Kamp Casino. Mereka dituduh Belanda telah membunuh Emod,” kenang Mohammad Bondan dalam Memoar Seorang Eks Digulis: Totalitas Sebuah Perjuangan.


Tuduhan bahwa Emod dibunuh mereka tidak dipercayai orang Australia yang mendukung kemerdekaan Republik Indonesia, yang kebanyakan anggota kelompok sayap kiri yang kala itu berpengaruh di Australia. Koran Tribune ikut meributkannya di edisi Selasa, 3 Desember 1946. Koran itu menyebut penyidik dari pihak Australia menyebut Emod bunuh diri. Namun pihak Belanda terus berkeras bahwa ke-13 tahanan itu yang membunuh Emod.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page