- 29 Des 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
BALAI Meuseuraya Aceh, tempat orang etnis Rohingya mengungsi di Banda Aceh, digeruduk oleh sekelompok mahasiswa setempat. Mereka mengusir orang-orang Rohingya di balai itu yang kebanyakan terdiri dari perempuan dan anak-anak. Orang Rohingya memang menjadikan Aceh sebagai salah satu tempat tujuan mencari suaka. Sejak bulan lalu, kapal-kapal pengungsi Rohingya dari Bangladesh berdatangan memasuki perairan Aceh.
Etnis Rohingya berasal-muasal dari Myanmar. Sejak 2017 silam, mereka menjadi korban pemusnahan etnis yang dilakukan junta militer Myanmar. Seperti kebanyakan orang Aceh, masyarakat etnis Rohingya menganut agama Islam. Itulah sebabnya mereka melarikan diri ke negeri-negeri mayoritas beragama Muslim, seperti Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Namun, tidak jelas apa alasan kelompok mahasiswa di Aceh tersebut menolak orang-orang Rohingya.
Orang-orang Aceh pada masa lalu tidak sebar-bar generasi mudanya hari ini dalam memperlakukan pengungsi. Pada masa Perang Kemerdekaan, Aceh pernah menjadi tempat tujuan pengungsian orang-orang Sumatra Timur akibat agresi militer Belanda. Diperkirakan lebih dari sejuta rakyat Sumatra Timur mengungsi sejak Belanda mendaratkan pasukannya di Pantai Cermin pada 28 Juli 1947. Mengungsi ke pedalaman, mereka akan memasuki daerah Tapanuli, sementara bergerak ke utara menuju ke Aceh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















