top of page

Di Masa Revolusi Rakyat Aceh Menerima Pengungsi

Lain dulu, lain sekarang. Orang Aceh menyambut para pengungsi dari Sumatra Timur dengan tangan terbuka. Pejuang Aceh bahkan turun ke garis depan menghadapi tentara Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengungsian warga Tionghoa di saat Agresi Militer I tentara Belanda di wilayah Medan dan sekitarnya, Juli 1947. Sumber: Nationaal Archief

29 Des 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

BALAI Meuseuraya Aceh, tempat orang etnis Rohingya mengungsi di Banda Aceh, digeruduk oleh sekelompok mahasiswa setempat. Mereka mengusir orang-orang Rohingya di balai itu yang kebanyakan terdiri dari perempuan dan anak-anak. Orang Rohingya memang menjadikan Aceh sebagai salah satu tempat tujuan mencari suaka. Sejak bulan lalu, kapal-kapal pengungsi Rohingya dari Bangladesh berdatangan memasuki perairan Aceh.  

 

Etnis Rohingya berasal-muasal dari Myanmar. Sejak 2017 silam, mereka menjadi korban pemusnahan etnis yang dilakukan junta militer Myanmar. Seperti kebanyakan orang Aceh, masyarakat etnis Rohingya menganut agama Islam. Itulah sebabnya mereka melarikan diri ke negeri-negeri mayoritas beragama Muslim, seperti Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Namun, tidak jelas apa alasan kelompok mahasiswa di Aceh tersebut menolak orang-orang Rohingya.


Orang-orang Aceh pada masa lalu tidak sebar-bar generasi mudanya hari ini dalam memperlakukan pengungsi. Pada masa Perang Kemerdekaan, Aceh pernah menjadi tempat tujuan pengungsian orang-orang Sumatra Timur akibat agresi militer Belanda. Diperkirakan lebih dari sejuta rakyat Sumatra Timur mengungsi sejak Belanda mendaratkan pasukannya di Pantai Cermin pada 28 Juli 1947. Mengungsi ke pedalaman, mereka akan memasuki daerah Tapanuli, sementara bergerak ke utara menuju ke Aceh.   

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Wangi Camelia mengundang selera untuk meminumnya.
Wangi Camelia mengundang selera untuk meminumnya.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
transparant.png
bottom of page