top of page

Djohan Sjahroezah Bergerak di Bawah Tanah

Nama Djohan Sjahroezah tak sepopuler tokoh-tokoh pergerakan lain. Menantu Haji Agus Salim ini memilih jalan sunyi perjuangan di bawah tanah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Djohan Sjahroezah. (Adithya Maheswara/Historia.ID).

  • 26 Nov 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 4 Jan

SUATU siang di masa pendudukan Jepang, Djohan Sjahroezah berkunjung ke rumah Mohammad Hatta. Saat itu, Hatta sedang mencatat daftar uang bantuan yang dikeluarkannya untuk Sutan Sjahrir pada sebuah notes kecil. Djohan kaget. “Bung, kan berbahaya mencatat hal itu! Kalau Jepang tahu, kan Bung jadi korban,” ujar Djohan mengingatkan, sebagaimana ditulis A.R. Baswedan dalam Pribadi Manusia Hatta, seri 8.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
transparant.png
bottom of page