- 21 Feb 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 Agu
ABDUL Rivai kesal. Kualifikasi medis lokalnya hanya memungkinkan untuk mendaftar di posisi rendah dalam layanan medis kolonial. Gaji yang ia dapat bahkan kurang dari setengah gaji rekan-rekan Eropanya. Ia pun memprotes kebijakan diskriminatif pada dokter pribumi.
Protes soal gaji juga pernah diutarakan dokter Tjipto Mangunkusumo. Tjipto tak hanya memprotes soal gaji dokter pribumi, tetapi juga gaji mantri Jawa. Protes gaji mantri dilakukan Tjipto saat dia dan dokter Eropa JT Terburgh, dibantu sepuluh mantri, ditugaskan menangani epidemi malaria yang melanda Jawa. Para mantri rupanya dibayar amat rendah. Mereka mengeluhkan hal itu pada Tjipto sebagai dokter pribumi sekaligus atasan mereka.
Begitu mendengar hal itu, Tjipto langsung melapor ke pejabat Eropa setempat. Terburgh menyanggah Tjipto dengan mengatakan para mantri Jawa hanya mau bekerja jika dibayar di atas standar upah. Lebih jauh Terburgh menuduh Tjipto dan para mantri Jawa tidak paham dengan kerja kemanusiaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















