top of page

Dua Sejoli dari Sakura Club

Aochi Washio dan istrinya berperan dalam prostitusi paksa perempuan Eropa di Batavia. Kasus pertama yang diadili dalam pengadilan kejahatan perang Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sebuah rumah yang diduga bekas Sakura Club di Jalan Suwiryo, Jakarta. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

7 Jul 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

AWAL Juni 1942, Aochi Washio bertolak ke Batavia dengan kapal. Segera setelah kedatangannya, dia diminta wali kota (Tokubetsu Sityo) Tsukamoto Sakai untuk mengelola restoran milik kota Batavia yang ditunjuk militer, Salon Akebono.


Salon Akebono semula sebuah restoran-kafe bernama Trianon, berlokasi di Noordwijk 2 (sekarang Jalan Juanda). Restoran ini bukan hanya untuk personel militer tapi juga warga sipil asal Jepang. Sesekali mereka menggelar pasar malam dengan pelayan perempuan Indo yang cantik. Kota Batavia memasukkan tiga perempuan Eropa ke bagian staf manajemen. Salah satunya, yang kemudian bertanggung jawab atas “urusan perempuan” dan jadi pasangan adalah Aochi adalah Elisabeth H. Beerhorst. 


Aochi warga kota Nagasaki yang sudah tinggal di Batavia sejak 1920. Dia sempat jadi pemilik sekaligus manajer Hotel Matsumoto di Molenvliet Oost 27 (kini Jalan Hayam Wuruk) sebelum masa perang –kemudian berganti nama jadi Hotel Suwa. Dia sempat pulang ke negaranya ketika konflik Jepang-Belanda, dan kembali lagi setelah Jepang menduduki Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page