top of page

Enam Moda Angkutan di Jakarta yang Tinggal Kenangan

Semua moda transportasi di ibukota punya masa keemasannya masing-masing. Perlahan meredup tergantikan generasi baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 23 Jan 2018
  • 4 menit membaca

ABANG becak, abang becak di tengah jalan. Cari muatan untuk mencari makan.

Putar-puter, putar-puter kaki mengayuh. Pergi jauh keringat pun lalu jatuh...


Sebait lirik lagu Abang Becak yang dipopulerkan Iin dan Bimbo di atas, mengingatkan kita kepada becak sebagai angkutan umum yang melintas zaman, tak hanya di ibukota tapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Belakangan, muncul wacana untuk menghidupkan lagi becak yang selama ini termarjinalkan, khususnya di Jakarta.


Sebagaimana diketahui, kemunculan becak mulai marak sejak 1936. Namun, pada medio 1970, angkutan beroda tiga yang digerakkan dengan tenaga manusia ini mulai dilarang beroperasi ibukota oleh Gubernur Ali Sadikin .


Bukan hanya becak yang sempat marak namun perlahan menghilang. Enam moda angkutan ini juga tinggal kenangan.


Delman


Ketika Batavia belum marak angkutan bermotor, moda transportasi tradisional delman masih jadi primadona. Angkutan yang diciptakan seorang insinyur Belanda, Charles Theodore Deeleman pada medio abad 18 itu, mulai merajai transportasi di Batavia sejak awal abad 29.


“Jalur terpanjang delman kala itu adalah Pasar Ikan-Pasar (Stasiun) Beos-Pasar Mangga Besar-Pasar Tanah Abang-Pasar Palmerah-Pasar Rawa Belong-Pasar Kebayoran Lama-Pasar Lebak Bulus-Pasar Ciputat-Parung-Jampang-Bogor,” tulis Windoro Adi dalam Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi.


Tapi seiring bermunculannya angkutan-angkutan bermotor, transportasi delman kian terpinggirkan, sampai hanya sebatas angkutan wisata di beberapa tempat yang ramai dikunjungi turis, seperti Monas, misalnya. Gubernur DKI Sutiyoso pada 2007 malah juga ikut melarang eksistensi delman di dalam Monas. Diikuti pelarangan lainnya di mana delman tak boleh beroperasi di sekitaran pagar luar Monas pada 2016. Pelarangan ini kemudian dikaji lagi dan dilakukan uji coba perizinan delman di kawasan Monas selama dua pekan pada Desember 2017 lalu.


Trem


Moda transportasi yang mirip kereta api ini pernah jadi primadona sejak zaman Hindia Belanda. Trem pertama kali hadir di Batavia (sebutan lama Jakarta) sejak tahun 1869 yang dioperasikan Pemerintah Kota Batavia.


“Awalnya trem itu ditarik dengan kuda, makanya dulu disebutnya Trem Kuda. Baru pada 1899 muncul trem uap yang stasiun pengisian uapnya ada di Kramat, Pasar Senen,” ujar penggiat sejarah kereta api dan trem, Adhitya Hatmawan, beberapa waktu lalu.


Pada 1933, trem uap dihapuskan dan diganti trem listrik. Namun, peminatnya berangsur berkurang terlebih sejak Indonesia merdeka. Angkutan trem dihapuskan pada 1960 oleh Presiden Sukarno di masa pemerintahan Wali Kota Jakarta Sudiro (kakek aktor Tora Sudiro), untuk mengurangi kemacetan. Sementara transportasi massal utama di ibukota digantikan armada-armada bus PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta) yang sejak 1959 mengambilalih operasi trem dari Batavia Verkeers Maatschappij (BVM) lewat nasionalisasi.


Oplet


Semenjak 1930, masyarakat Jakarta sudah mengenal angkutan kota (angkot) bernama Oplet. Di era 1960-an hingga 1970-an, angkot ini jadi salah satu moda transportasi terpopuler dan paling diminati lantaran menjangkau beberapa daerah pinggiran Jakarta. Angkot ini juga makin lekat sebagai kenangan gara-gara lagu Barang Antik dan Oplet Tua yang ditembangkan Iwan Fals, hingga sinetron Si Doel Anak Sekolahan.


Ada beberapa asal-muasal penyebutan Oplet. Salah satunya dari sebutan mobil Opelette yang dirilis produsen mobil Jerman, Opel pada 1932, serta penyebutan lidah masyarakat dari asal kata Chevrolet, produsen mobil asal Amerika Serikat. Padahal, angkot Oplet tak hanya diproduksi Opel dan Chevrolet, melainkan juga dari Morris dan Austin.


Oplet mulai punah sejak 1980. Dalam Manusia & Keseharian: Burung-Burung di Bundaran HI, Sindhunata menyebut Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo meniadakan Oplet pada September 1980 dan menggantinya dengan Mikrolet.


Helicak


Moda transportasi bermotor roda tiga ini jadi kenangan tersendiri bagi masyarakat Jakarta. Desainnya yang unik mirip helikopter dan dihadirkan sebagai pengganti becak. Oleh karena itu, namanya hasil penggabungan Helikopter dan Becak.


“Pertama kali diluncurkan 24 Maret 1971 untuk mengganti fungsi becak di masa Gubernur Ali Sadikin,” tulis Ensiklopedi Jakarta: Culture & Heritage Volume 1 yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI Jakarta.


Transportasi ini awalnya menggunakan desain body dan dilengkapi mesin Vespa asal Italia. Pemprov DKI mulanya menyediakan 400 unit. Sebagaimana becak, driver-nya berada di belakang, sementara penumpangnya di kabin depan. Sayangnya, desain seperti ini pula yang jadi salah satu faktor menghilangnya Helicak secara perlahan. Selain karena pengemudinya sering kepanasan dan kehujanan, penumpang juga rawan terluka jika kecelakaan karena posisinya ada di depan. Mulai 1987, Helicak dilarang beredar lagi di wilayah DKI Jakarta.


Bus Tingkat


Kalau di Inggris masih lestari, keberadaan bus tingkat di Jakarta tinggal kenangan. Angkutan massal nan unik ini eksis di Jakarta sejak 1968 yang dioperasikan Perum PPD. Awalnya bus tingkat bermerk Leyland Titan PD3-11 ini dibeli dari Inggris. Kemudian digantikan model baru Leyland Atlantean pada 1983.


Tak hanya dari Inggris, bus-bus tingkat merk Volvo B55 asal Swedia juga sempat menyemarakkan transportasi massal ini. Sayangnya pada medio 1990, angkutan unik ini tinggal kenangan karena perawatan dan spare part-nya tidak murah. Belakangan, bus tingkat sempat eksis lagi di Jakarta, meski sebatas untuk wisata yang dioperasikan TransJakarta.


Bemo


Ada gula, ada semut. Ada Ganefo, ada bemo. Bemo mulai ada di Jakarta pada 1962, jelang perhelatan Ganefo (Games of the New Emerging Forces).


Pemerintah melakukan pengadaan kendaraan unik beroda tiga ini sebagai pembaruan transportasi sekaligus menggantikan becak.


Namun, pada 1970-an dengan bertambahnya moda-moda transportasi lain, operasi bemo mulai dibatasi. Pada 1995 lewat peremajaan Angkutan Pengganti Bemo, izin operasi bemo perlahan dicabut meski tetap masih ada yang berkeliaran di beberapa wilayah Jakarta. Perda DKI Nomor 5 Tahun 2004 kemudian menyatakan bemo tidak lagi termasuk transportasi umum resmi. Terakhir pada 6 Juni 2017 lewat Surat Edaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 84, bemo resmi dilarang beroperasi di seluruh wilayah ibukota.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
transparant.png
bottom of page