- 18 Agu 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
TATKALA dilantik sebagai Kepala Staf Umum TKR, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo menghadapi berbagai persoalan. Personel TKR amat banyak. Di Jawa ada tujuh divisi pasukan, sedangkan di Sumatra tiga divisi. Jumlah itu melebihi kebutuhan. Kendala utama lain adalah minimnya jumlah perwira terdidik dan terlatih untuk memimpin pasukan.
Oerip putar akal. Dia panggil Samidjo, eks letnan KNIL jebolan Akademi Militer Kerajaan Belanda di Breda, ke markasnya di Jalan Gondokusuman, Yogyakarta. Keduanya lantas bertukar pikiran.
Menurut Samidjo, sebagaimana dituturkan kepada Moehkardi dalam Akademi Militer Yogya dalam Perjuangan Pisik 1945-1950, hari itu tanggal 27 Oktober 1945, pukul 10 pagi, Oerip melontarkan instruksi lisan kepadanya: bentuk akademi militer di Yogyakarta dalam waktu singkat. Samidjo tertegun penuh tanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












