- 16 Sep 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 31 Jan
ABU Bakar Bafagih muda diminta mengelola pabrik batik milik keluarga di Pekalongan. Namun, Bafagih tak punya minat berbisnis. Hatinya tertambat pada sandiwara stambul. Maka, dia pergi dari rumah, ikut rombongan kelompok stambul di Jawa Timur. Setelah keluar-masuk menimba ilmu di beberapa rombongan, dia membentuk kelompok stambulnya sendiri: Opera Valencia.
Opera Valencia lantas hijrah ke tanah Priangan. Di Sumedang dia bertemu seorang biduanita tonil Sunda bernama Nyi Tjitjih. Terkesima, Bafagih mengajaknya bergabung. Gayung pun bersambut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












