top of page

Getah yang Nyaris Punah

Pada awal kemunculannya, teknologi komunikasi terbantukan oleh gutta-percha tapi sekaligus ikut menghancurkannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Operator di ruang kabel telegraf bawah laut di General Post Office Central Telegraph Office di London, Inggris, tahun 1898. (Wikimedia Commons).

17 Jan 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 4 Feb

ADA pertautan antara teknologi dan lingkungan dalam kisah pembangunan kabel bawah laut. “Persis pada saat telegraf listrik diciptakan,” kata sebuah manual di masa itu, seperti dikutip Simon Wenchester dalam Krakatau, “saat itu juga ditemukan gutta-percha, bahan yang sangat dibutuhkan untuknya.”


Ketika telegraf ditemukan, mudah untuk membangun jalur telegraf di darat. Tapi di laut, butuh pelapis kedap udara untuk kabel-kabel yang menghantarkan listrik. Bahan itu juga mesti lentur serta tahan tekanan tinggi dan suhu dingin di bawah laut. Timah, lilin, tar, dan karet sudah dicoba tapi tak berhasil. Hoplah, gutta-percha memberikan solusi. Dengan gutta-percha, kabel-kabel telegraf tak lagi terputus di tengah laut dan pengiriman sinyal jadi bisa diandalkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Pesawat Cubana de Aviacions 455 yang mengangkut para atlet anggar Kuba tak berdosa "dimangsa" bom yang dipasang para oposan Fidel Castro yang didukung CIA.
Pesawat Cubana de Aviacions 455 yang mengangkut para atlet anggar Kuba tak berdosa "dimangsa" bom yang dipasang para oposan Fidel Castro yang didukung CIA.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
transparant.png
bottom of page