- 17 Jan 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 Feb
ADA pertautan antara teknologi dan lingkungan dalam kisah pembangunan kabel bawah laut. “Persis pada saat telegraf listrik diciptakan,” kata sebuah manual di masa itu, seperti dikutip Simon Wenchester dalam Krakatau, “saat itu juga ditemukan gutta-percha, bahan yang sangat dibutuhkan untuknya.”
Ketika telegraf ditemukan, mudah untuk membangun jalur telegraf di darat. Tapi di laut, butuh pelapis kedap udara untuk kabel-kabel yang menghantarkan listrik. Bahan itu juga mesti lentur serta tahan tekanan tinggi dan suhu dingin di bawah laut. Timah, lilin, tar, dan karet sudah dicoba tapi tak berhasil. Hoplah, gutta-percha memberikan solusi. Dengan gutta-percha, kabel-kabel telegraf tak lagi terputus di tengah laut dan pengiriman sinyal jadi bisa diandalkan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












