Diperbarui: 26 Agu
TOKO Buku Gunung Agung yang menjadi pemberitaan tanah air sepekan belakangan akhirnya buka suara terkait isu akan PHK karyawan secara besar-besaran. Pihak manajemen toko buku legendaris itu akhirnya mengumumkan keputusan pilu, yakni akan menutup toko-tokonya yang masih tersisa di tahun ini.
“Penutupan toko/outlet tidak hanya kami lakukan akibat dampak dari pandemi Covid-19 pada tahun 2020 saja, karena kami telah melakukan efisiensi dan efektifitas usaha sejak tahun 2013 untuk berjuang menjaga kelangsungan usaha dan mengatasi kerugian usaha akibat permasalahan beban biaya operasional yang besar. Penutupan toko/outlet yang terjadi pada tahun 2020 bukan merupakan penutupan toko/outlet kami yang terakhir karena pada akhir tahun 2023 ini kami berencana menutup toko/outlet milik kami yang masih tersisa,” ujar manajemen Gunung Agung sebagaimana diberitakan cnbcindonesia.com, 23 Mei 2023.
Padahal, toko buku yang berpusat di Kwitang, Jakarta Pusat itu telah puluhan tahun ikut “mencerdaskan bangsa”. Hal itu memang menjadi obsesi pendiri Gunung Agung, Tjio Wie Tay, sejak memutuskan berbisnis buku. Maka setiap kesempatan untuk mencerdaskan bangsa datang, ia tak ragu untuk ambil bagian.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












