top of page

Gunung Agung dan Masagung

Tak hanya ikut "mencerdaskan bangsa", Gunung Agung berjasa dalam perebutan Irian Barat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anggota Thay San Kongsie. The Kie Hoat, Lie Thay San, dan Tjio Wie Tay. (Repro Bapak Saya Pejuang Buku).

24 Mei 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 26 Agu

TOKO Buku Gunung Agung yang menjadi pemberitaan tanah air sepekan belakangan akhirnya buka suara terkait isu akan PHK karyawan secara besar-besaran. Pihak manajemen toko buku legendaris itu akhirnya mengumumkan keputusan pilu, yakni akan menutup toko-tokonya yang masih tersisa di tahun ini.


“Penutupan toko/outlet tidak hanya kami lakukan akibat dampak dari pandemi Covid-19 pada tahun 2020 saja, karena kami telah melakukan efisiensi dan efektifitas usaha sejak tahun 2013 untuk berjuang menjaga kelangsungan usaha dan mengatasi kerugian usaha akibat permasalahan beban biaya operasional yang besar. Penutupan toko/outlet yang terjadi pada tahun 2020 bukan merupakan penutupan toko/outlet kami yang terakhir karena pada akhir tahun 2023 ini kami berencana menutup toko/outlet milik kami yang masih tersisa,” ujar manajemen Gunung Agung sebagaimana diberitakan cnbcindonesia.com, 23 Mei 2023.


Padahal, toko buku yang berpusat di Kwitang, Jakarta Pusat itu telah puluhan tahun ikut “mencerdaskan bangsa”. Hal itu memang menjadi obsesi pendiri Gunung Agung, Tjio Wie Tay, sejak memutuskan berbisnis buku. Maka setiap kesempatan untuk mencerdaskan bangsa datang, ia tak ragu untuk ambil bagian.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page