Diperbarui: 13 Agu
SITI Rachma Moersjid akan menyiapkan jamuan besar. Dua hari lagi sang suami, Mayor Jenderal Moersjid merayakan ulang tahun ke-44. Tapi bak petir di siang bolong, hari itu mendadak berubah menjadi malapetaka.
“Pada pagi hari 8 Desember 1969, ayah diminta menghadap Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) dan disitulah surat penahanan diberikan oleh KASAD, Pak Umar Wirahadikusuma,” tutur Siddharta Moersjid kepada Historia.ID.
Pada waktu itu, Moersjid baru saja mengakhiri masa dinasnya sebagai duta besar RI untuk Filipina. Setelah kembali ke Jakarta bulan Oktober, Moersjid dikembalikan ke Markas Besar Angkatan Darat (MBAD) tanpa jabatan. Kabar yang beredar, Moersjid terlibat konflik dengan Marshall Green, asisten menteri luar negeri Amerika Serikat urusan Timur Jauh. Insiden itu hampir berujung baku hantam sehingga Moersjid dipanggil pulang ke Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















