top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Keindahan dalam Kartu Lebaran

Perkembangan kartu Lebaran pada setiap zaman menunjukkan cara pandang orang terhadap Islam.

Oleh :
3 Jun 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kartu ucapan Idulfitri tahun 1950-an. (Koleksi Mikke Susanto).

  • 3 Jun 2019
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 5 hari yang lalu

INGATKAH kapan Anda pertama kali menerima kartu ucapan selamat Idulfitri atau Lebaran? Apakah kartu itu masih tersimpan dengan baik? Percayalah, semakin tua usia kartu Lebaran Anda, maka nilainya akan semakin tinggi.


“Kalau nuruti pasar lelang untuk kartu Lebaran dan kartu/surat sejenisnya setara dengan harga kartu pos yang sezaman. Kartu pos, kartu lebaran, foto lawas hitam putih, benda cetak lembaran menurut katalog lelang Java Auction sudah terbilang 6 sampai 7 digit. Artinya ratusan ribu hingga dua jutaan rupiah per biji. Tergantung dari kelangkaannya,” ujar Mikke Susanto, staf pengajar ISI Yogyakarta yang suka mengoleksi benda seni kepada Historia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Ahem Erningpraja Salah Satu Pejuang THR

Ahem Erningpraja Salah Satu Pejuang THR

Ahem Erningpraja getol ikut memperjuangkan agar buruh bisa berlebaran dengan ceria seperti sekarang.
Kebrutalan Paman Sam dalam Pembantaian My Lai

Kebrutalan Paman Sam dalam Pembantaian My Lai

Serangan AS ke sekolah Iran akibat kesalahan data intelijen. Hal fatal serupa pernah terjadi di Vietnam yang berujung pembantaian.
When Telenovela Stars Visited Indonesia

When Telenovela Stars Visited Indonesia

Several telenovela lead actors made a visit to Indonesia. They were welcomed by thousands of fans and left with unforgettable memories.
Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje pergi ke Jeddah dan Makkah untuk mengamati dan menggali informasi mengenai umat Islam dari Hindia Belanda.
The Bitter Life of Sutan Sjahrir

The Bitter Life of Sutan Sjahrir

Towards the end of his life, Sutan Sjahrir lived as a prisoner under medical care. As bitter as it was, that period was the only time his daughter ever experienced life as part of a complete family.
bottom of page