- 4 Mar 2021
- 5 menit membaca
SETELAH berakhirnya Perang Jawa (1825-1830), para penguasa di seluruh wilayah Jawa Tengah mulai melakukan perbaikan tatanan ekonomi yang sebelumnya sempat terabaikan. Mereka membangun kembali lahan-lahan pertanian dan perkebunan untuk menutupi segala kebutuhan produksi pangan di wilayahnya, baik untuk keperluan konsumsi rakyat maupun bisnis istana.
Sejumlah penguasa berhasil melakukan perbaikan ekonomi dalam waktu singkat, hanya beberapa tahun pasca perang. Namun tidak sedikit penguasa yang memerlukan waktu lebih lama untuk membuat ekonomi kerajannya kembali stabil. Seperti menimpa Praja Mangkunagaran, yang baru memperoleh keamanan ekonomi ketika Mangkunegara IV bertakhta. Ia menjadi penguasa Karang Anyar yang mempelopori sistem perekonomian modern.
“Untuk menopang keuangan praja, ia tidak hanya mengandalkan pajak secara tradisional sebagaimana yang umumnya berlaku di kerajaan Jawa, tetapi mengembangkan perusahaan-perusahaan perkebunan dan industri pengelolaannya untuk menopang perekonomian praja,” ungkap sejarawan Wasino dalam Modernisasi di Jantung Budaya Jawa: Mangkunagaran 1896-1944.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















