top of page

Keris Kiai Nogo Siluman Tak Pernah Hilang

Sempat dikabarkan hilang, keris Pangeran Diponegoro ini ternyata masih ada di museum Belanda lalu dikembalikan ke Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro dikembalikan Belanda ke Indonesia dan menjadi koleksi Museum Nasional. (Fernando Randy/Historia.ID).

  • 9 Mar 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 19 Apr

DALAM kotak kayu itu tersimpan keris bergagang kayu dengan ukiran kepala naga emas di bagian bawahnya. Tubuh naga itu menjalar sampai ke ujung keris di antara sulur-sulur tanaman yang juga berwarna emas. Mungkin dulunya tubuh sang naga juga ditutupi dengan emas, yang sekarang hanya menyisakan bagian kecil dekat ujung ekornya.


Sisi kanan dan kiri keris itu tak lagi halus, gempil di beberapa bagian. Warangka-nya yang dari kuningan pun demikian. Penyok di banyak sisi. “Saya membayangkan keris ini dipakai untuk perang, diadu dengan senjata-senjata lain. Ini bukan senjata seremoni atau pusaka biasa. Ini senjata untuk perang,” ujar Sri Margana, ketua Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada, kepada Historia.ID.


Margana adalah salah satu peneliti yang diminta untuk mengkonfirmasi identitas koleksi keris di National Museum of World Cultures (NMVW) di Leiden, Belanda. Keris berhias kepala naga tadi salah satunya. Bukan keris biasa, keris yang konon bernama Kiai Nogo Siluman ini milik Pangeran Diponegoro.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Entah sejak kapan istilah logistik yang merujuk kepada ketersediaan duit itu mulai digunakan.
Entah sejak kapan istilah logistik yang merujuk kepada ketersediaan duit itu mulai digunakan.
Demi mengenal Indonesia lebih dalam, novel Max Havelaar karya Multatuli diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Demi mengenal Indonesia lebih dalam, novel Max Havelaar karya Multatuli diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Dari Eric Cantona hingga Neymar. Para maestro sepakbola ini melebarkan sayap dari lapangan ke perfilman
Dari Eric Cantona hingga Neymar. Para maestro sepakbola ini melebarkan sayap dari lapangan ke perfilman
Tidak perlu bercampur dengan penumpang biasa. Bus ini membuat pedagang nyaman membawa pikulan, keranjang, dan karung.
Tidak perlu bercampur dengan penumpang biasa. Bus ini membuat pedagang nyaman membawa pikulan, keranjang, dan karung.
Kilas balik kinerja Perusahaan Daerah DKI Jakarta. Dari urusan bus sampai bir.
Kilas balik kinerja Perusahaan Daerah DKI Jakarta. Dari urusan bus sampai bir.
transparant.png
bottom of page