top of page

Ketakutan Bung Karno

Rasa khawatir mendera Presiden Sukarno saat ditawan oleh militer Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapten Vosveld menangkap Presiden Sukarno. (Arsip Nasional Belanda).

  • 14 Nov 2020
  • 3 menit membaca

LETNAN J.B. Schussler masih ingat wajah Sukarno saat pertama kali melihatnya sebagai penawannya di serambi Istana Presiden Yogyakarta. Kendati berusaha tenang, namun komandan peleton Korps Pasukan Khusus (KST) KNIL itu menangkap kegelisahan dari bahasa tubuh pimpinan kaum republiken tersebut.


“Yang pertama-tama ditanyakan oleh Sukarno dengan nada khawatir adalah apakah Kapten Westerling yang ditakuti itu adalah komandan kami?” kenang Schussler seperti dikutip Lambert Giebels dalam bukunya, Soekarno: Biografi 1901-1950.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page