- 11 Des 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 30 Mei
BERSAMA teman-temannya di timnas polo air Hungaria, Ceszi Gyarmati, kapten tim, begitu antusias sore (6/12/56) itu. Mereka menunggu dimulainya laga semifinal polo air putra Olimpiade Melbourne 1956 yang akan mereka mainkan.
“Kami dipesankan harus menang, namun jangan berkelahi, jangan bertinju, dan jangan bermain kasar,” kata Gyarmati menirukan pesan pelatihnya, dikutip Suratkabar The Age edisi 7 Desember 1956.
Tak hanya datang dari instruksi pelatih, tekad menang itu datang dari dalam diri masing-masing pemain karena lawan yang bakal mereka hadapi adalah Uni Soviet. Kurang dari sebulan sebelumnya, negeri pemimpin Blok Timur itu bertindak brutal memadamkan hasrat para pemuda-rakyat Hungaria untuk merdeka lewat aksi demonstrasi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















