top of page

Ketika Ikan Bader Memakan Bunga Kelapa

Waduk Kedung Ombo menenggelamkan sejarah dan tanah leluhur yang bertuah. Sebuah kisah yang melahirkan pembangkangan dan pengkhianatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Waduk Kedung Ombo. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

10 Des 2022
11 menit membaca

Diperbarui: 24 Mar

LAKI-LAKI yang tengkuknya terbakar terik matahari itu berjalan pada pematang sawah menuju ke pinggiran waduk. Sambil menenteng caping, ia menunjuk ke bagian waduk tempat dusunnya dulu berada, Guyuban. Satu dari 37 dusun yang ditenggelamkan untuk proyek raksasa Waduk Kedung Ombo.


“Jadi ini (dulu) kampung-kampung semua, tempat air ini,” kata Jaswadi, laki-laki berusia 80 tahun itu.


Jika kamu mengunjungi Dusun Kedungmulyo dan Kedungrejo di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, tak ada orang yang tak mengenal Jaswadi. Dua dusun ini dibangun atas perjuangannya sekitar 30 tahun lalu.


Jari Jaswadi selalu bergetar. Orang Jawa bilang buyuten. Langkahnya kecil dan tak pasti. Suaranya lemah terbata-bata. Tapi ketika bercerita tentang perlawanannya terhadap pembangunan Waduk Kedung Ombo pada dekade 1980, suaranya berubah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page