top of page

Ketika Jenderal Nasution Minta Petunjuk Kancing Baju

Dia pernah ragu memberi perintah penyerangan. Pada akhirnya diputuskannya suatu cara yang spekulatif dan sedikit naif: menghitung kancing baju.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 15 Okt 2020
  • 2 menit membaca

Karena dianggap telah melakukan pemberontakan, Mayor Jenderal Abdul Haris Nasution memerintahkan menangkap Mayor Boyke Nainggolan. Di Medan, Mayor Boyke telah menguasai kota dengan melancarkan Operasi Sabang Merauke. Aksi pembangkangan Mayor Boyke itu merupakan operasi militer pertama yang mendukung Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).


Nasution sampai harus mendatangkan pasukan khusus dari kesatuan RPKAD (kini Kopassus). Pada 16 Maret 1958, segala persiapan untuk serangan balik sudah rampung. Pagi hari, tanggal 17 Maret, prajurit-prajurit RPKAD menjalankan operasi lintas udara di atas Belawan. Sebagian dari mereka bahkan ada yang tercebur ke laut.   


Sembari memantau pergerakan pasukan RPKAD menuju Medan, Nasution terhubung dengan Angkatan Udara (AURI) yang mengawasi dari udara. Komandan AURI setempat sempat melaporkan bahwa ada satu konvoi besar menuju Tanjung Morawa keluar kota. Ia minta perintah dari Nasution, ditembak atau tidak.



“Saya hanya bisa mengadakan tembakan dengan menghitung-hitung kancing baju saya,” kenang Nasution dalam memoarnya Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 4: Masa Pancaroba Kedua.


Nasution menjawab, “Mana saya tahu itu lawan atau kawan. Karena itu jangan tembak. Yang perlu dibungkem adalah stasiun RRI (cabang Medan), supaya tidak ada lagi mengudara pengumuman-pengumuman dari pemberontak!”


Jenderal TNI Abdul Haris Nasution. (Repro Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 4).
Jenderal TNI Abdul Haris Nasution. (Repro Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 4).

Rupanya Nasution salah perhitungan. Keesokan harinya, Gubernur Sumatra Utara Kumala Pontas melayangkan protes dari Medan. “RRI yang telah ada di tangan kita kok di bom!” gerutu sang gubernur. Sebaliknya, konvoi besar itu adalah Mayor Boyke Nainggolan dengan batalyon pendukungnya tengah menuju Pematang Siantar untuk bergabung dengan pasukan lain yang datang dari Tapanuli.



Pada 18 Maret 1958, Nasution baru tiba di Medan dengan pesawat Catalina. Di lapangan udara yang sama, satu pesawat tempur jenis Mustang ikut mendarat setelah membantu pengintaian terhadap pasukan Boyke Nainggolan. Nasution menyadari ada pesawat tempur serupa yang tidak ikut mendarat. Kru AURI mengatakan pesawat itu jatuh antara Kabanjahe-Pematang Siantar.


“Melihat pilotnya jalan dengan amat loyo, saya telah merasakan adanya musibah. Saya segera menyambutnya, dan langsung mendengar berita duka,” tutur Nasution.


Menurut Maraden Panggabean dalam otobiografinya Berjuang dan Mengabdi, pesawat itu jatuh akibat pertempuran singkat dengan pasukan Boyke Nainggolan di daerah Bangun Purba.“Akan tetapi banyak dari antara pemberontak yang menyerahkan diri,” ujar Maraden.



Pada akhirnya, iring-iringan pasukan Boyke Nainggolan dapat melarikan diri sampai Tapanuli. Mereka selamat karena Nasution keliru sehingga terpaksa menerka lewat hitungan kancing baju. Menurut perhitungan Nasution, tidak sedikit korban yang jatuh andai pesawat bomber B-25 AURI langsung diperintahkan menggempur konvoi pasukan Boyke Nainggolan.


Namun apa lacur. Petunjuk dari kancing baju tidak dapat memenangkan pertempuran. Dalam hal ini, sang mayor lebih beruntung dari si jenderal yang salah perhitungan.  

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page