top of page

Kiprah Radius Prawiro di Masa Perang

Radius Prawiro ikut organisasi pemuda dan pelajar. Mencari dana perjuangan dan memanggul senjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 14 Nov 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

RADIUS Prawiro mengalami masa-masa sulit di zaman Jepang. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, hidup belum sepenuhnya normal. Belanda ingin menguasai kembali bekas koloninya. Para pemuda bergerak. Perang berkecamuk. Radius, yang duduk di bangku SMA, pun terdorong untuk ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Saat itu ada seruan kepada seluruh pemuda yang belum maupun sudah pernah memperoleh latihan militer untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Radius pun bergabung dengan TKR dan ditempatkan di bagian sandi. Di sana, dia belajar mengenai sandi dan melayani pengiriman berita-berita ke berbagai front dari markas besar di Yogyakarta.


Selang beberapa saat, Radius dikirim ke Solo untuk mengikuti pelatihan menjadi markonis. Sayangnya, dia hanya bertahan beberapa bulan karena membela kawannya.


Ceirtanya, kawannya dihukum oleh guru karena melanggar peraturan. Radius memahami siswa yang melanggar harus dihukum, namun dia mempersoalkan hukuman yang diberikan hingga memicu perdebatan sengit. Dia disuruh “keluar”. Tak terima begitu saja, Radius menghadap direkturnya, Mayor Sarwono, untuk menyatakan keluar dari pelatihan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
transparant.png
bottom of page