top of page

Kisah Bolang Melawan Jepang

Serdadu KNIL Bolang mulanya ditawan Jepang. Setelah kabur, dia bergerilya bersama tentara Sekutu di Kalimantan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 1 Nov 2022
  • 2 menit membaca

Ketika balatentara Jepang mendarat pada awal 1942, serdadu KNIL Frederik Bolang alias Fred Bolang bertugas di kesatuan Batalyon Garnisun Kalimantan Barat. Waktu itu, KNIL tidak berdaya, sehingga Hindia Belanda dengan mudah diambil alih balatentara Jepang. Wilayah Kalimantan ditetapkan sebagai bagian dari Armada Selatan Kedua Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (Kaigun).


Bolang termasuk serdadu KNIL yang menjadi tawanan perang Jepang. Namanya tercatat dalam kartu tawanan perang Jepang koleksi Arsip Nasional Belanda. Di situ tertera F.M. Bolang lahir pada 10 November 1919 dan berasal dari Kampung Kawangkoan, Tonsea, Keresidenan Manado. Dia adalah anak dari N. Bolang dan K.A. Makatuuk.


Bolang ditahan selama dua tahun di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Kuching, Serawak, Malaysia. Dia lalu dipekerjakan sebagai Heiho (pembantu tentara) atau romusha (pekerja paksa) oleh militer Jepang. Dia dan beberapa kawannya berhasil melarikan diri.



Koran Het Dagblad, 21 Mei 1949, menyebut Bolang dan kawan-kawannya melarikan diri ke pedalaman Kalimantan. Mereka kemudian bertemu dengan perwira militer Inggris yang terjun payung untuk menyusup ke Kalimantan. Dari Bolang, tentara Sekutu itu termasuk dari militer Australia, mendapat informasi mengenai kondisi militer Jepang di sekitar Kalimantan Barat.


Perwira Inggris itu adalah Mayor Tom Harrisson (1911–1976), yang belakangan dikenal sebagai peneliti tentang Kalimantan. Tom bagian dari operasi-operasi khusus yang dilakukan Z Force Sekutu. Tom merasa beruntung bertemu Bolang dan dua kawan Manadonya, Cussoy dan Sulang.


“Mereka adalah orang Kristen dari Sulawesi, serdadu di bawah komando Belanda, lalu di bawah Jepang,” tulis Tom dalam World Within: a Borneo Story. Tak hanya dapat informasi berharga, Tom juga mendapat bantuan terkait kekuatan militer yang harus dibangunnya.


Ketiga bekas serdadu KNIL itu tentu paham soal taktik militer. Bagi Tom, mereka cukup bersemangat dalam tugasnya. Dalam membangun paramiliter dari penduduk lokal Kalimantan, ketiganya berperan dalam memberikan pelatihan. Semasa di Kalimantan, Bolang dianggap instruktur dan komandan tempur yang baik.


Kartu tawanan perang Fred Bolang. (Arsip Nasional Belanda).
Kartu tawanan perang Fred Bolang. (Arsip Nasional Belanda).

Setelah Jepang kalah, peran Bolang dihargai militer Inggris. Het Dagblad memberitakan, Bolang mendapat penghargaan British Empire Medal (divisi militer) tahun 1949. Tak hanya itu, Bolang juga mendapat bintang Kruis Van Verdienst (Salib Jasa) dari Kerajaan Belanda berdasarkan Koninklijk Besluit 10 Januari 1950 Nomor 10. Kala itu, Bolang, anggota KNIL dengan nomor stamboek 38575, sudah sersan infanteri.


Setelah Indonesia merdeka, Bolang sempat berdinas lagi di KNIL. Ketika terjadi pemberontakan KNIL pada 14 Februari 1946 di Manado, dia tidak terlibat. Koran De Locomotief, 4 September 1947, menyebut dalam Peristiwa Merah Putih itu, militer Belanda menganggap Sersan Bolang bersama Sersan Maukar dan Sersan Cussoy sebagai serdadu KNIL yang setia dan menjalankan pekerjaan sesuai aturan dinas. Namun, tidak di tahun 1950.



Menurut Ventje Sumual dalam Memoar Ventje H.N. Sumual, sebelum 3 Mei 1950, Bolang masuk dalam kelompok KNIL pro Republik Indonesia karena pengaruh dari Sersan KNIL Alex Mengko.


Suhario Padmodiwirio dalam Memoar Hario Kecik menyebut mereka bersama merencanakan pembongkaran gudang senjata. Pemberontakan KNIL, dengan bantuan pemuda pro Republik Indonesia, tanggal 3 Mei 1950 itu lalu berlanjut pada pembentukan Batalyon Infanteri 3 Mei di dalam tubuh TNI. Setelah dikirim menumpas Republik Maluku Selatan, batalyon itu dipindahkan ke Jawa Barat lalu dinomori sebagai Batalyon 324.


Semasa di TNI, Bolang berpangkat kapten dan menjadi Kepala Staf Batalyon 3 Mei. Ketika pecah Permesta pada 1958, Bolang yang sepuh dan berpengalaman kemudian diajak ikut dalam pasukan Permesta.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page