- 28 Mei 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
KOPRAL Kees mengeluh dalam catatan hariannya. Sebagai anak muda Belanda, dia merasa tak beruntung harus menghadapi situasi yang kerap mengguncangkan jiwanya selama bertugas di Indonesia. Puncaknya saat dia harus menyaksikan dua gadis kecil tengah menangis seraya memeluk tubuh kaku ibu dan adik kecil mereka di sebuah parit dangkal.
“Keduanya terbunuh oleh satu peluru yang sama,” ujar Kees, dikutip Gert Oostindie dalam Serdadu Belanda di Indonesia 1945–1949.
Kendati belum ada angka pasti, korban jiwa di pihak Indonesia sekitar 100.000 jiwa. “Tapi kalau pun jumlah itu betul, sudah bisa dipastikan sebagian besar rakyat sipil yang kadang-kadang tak paham mengapa mereka harus mati,” ujar Gert kepada Historia.ID.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















