Diperbarui: 11 Agu
USIANYA baru akan 20 tahun ketika tiba di Indonesia pada 1947. Dia datang bukan untuk pelesir atau mencari sanak familinya, tapi untuk mengembalikan status quo di bekas Hindia Belanda yang saat itu sudah menjadi Republik Indonesia.
Hovenkamp, nama pemuda itu, datang sebagai sukarelawan yang tergabung dalam kesatuan zeni di Divisi 7 Desember Koninklijk Landmatch (KL) alias Angkatan Darat Belanda. Divisi itu dikirim ke Jawa, Sumatra, dan tempat-tempat lain untuk memulihkan Hindia Belanda seperti sebelum perang.
Katanya, waktu Belanda diduduki Jerman, dia masih seorang pencuri di Anloo, Drenthe, kampung halamanya. Dia dicap tidak berguna oleh orang sekampungnya. Oleh karenanya, menjadi sukarelawan yang mempertaruhkan nyawa di tanah orang mungkin bisa jadi “penebus” dosanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















