- 1 Apr 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
KALA remaja, Retno Iswari Tranggono pernah mengalami jerawatan. Dia mengobatinya menggunakan beras. Sebelum digunakan, beras itu terlebih dulu direndam semalaman. Setelah lunak, beras itu dia remas hingga menjadi tepung. Tepung itu lalu dicampur bunga melati, disaring, dan dibentuk bulat.
“Kalau mau dipakai, ambil bedaknya satu buah, dikasih air, terus dipakai,” kata Retno sebagaimana ditulis Jean Couteau dalam The Entrepreneur Behind the Science of Beauty.
Tahun 1950-an itu obat jerawat belum banyak beredar. Kalaupun ada, obat itu tidak ampuh. Untuk menghilangkan jerawat, Retno sampai menjadi vegetarian lima tahun. Tapi kedua cara tadi rupanya tak manjur. Jerawat terus tumbuh di wajah Retno hingga dia masuk kuliah di FK UI tahun 1958. Dia bahkan dijuluki “Janda Bopeng” oleh Asih Wiyasti, putri Perdana Menteri Wilopo yang merupakan seniornya di kampus.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















