- 13 Apr 2023
- 7 menit membaca
Diperbarui: 4 Jun
KAMPUS Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sepi Sabtu, 10 Desember 2022petang itu. Hujan belum lama reda tapi sejuknya hawa masih tersisa. Suasana itu mengiringi perasaan sendu aktor watak Andi Wahyuddin Unru alias Yayu Unru saat mengingat dua sosok almarhum senior sekaligus mentornya dalam seni peran, khususnya mime atau pantomim: Sena Adiatmika Utoyo dan Didi “Petet” Widiatmoko.
Yayu terduduk di ujung anak tangga di muka Teater Luwes. Di sisi kanan bidang tembok teater itu menampakkan wajah Sena A. Utoyo dalam bentuk mozaik yang terbuat dari lakban hitam sederhana, lengkap dengan tanggal lahirnya, 7/7/53 (7 Juli 1953) dan tanggal wafatnya, 7/11/98 (7 November 1998).
Mozaik serupa di sebelah kiri dari pintu utama teater membentuk wajah Didi Petet, juga dengan tahun kelahiran, 1956, dan tahun mangkatnya, 2015. Keduanya merupakan aktor cum dosen IKJ yang mendirikan salah satu kelompok yang mempopulerkan seni pantomim di Indonesia pada era 1980-an, Sena Didi Mime (SDM).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















