top of page

Mencari Untung di Tanah Pembuangan Boven Digoel

Di kamp Boven Digoel, para tapol bertahan hidup dengan menjual aneka barang dan jasa. Tukang foto jadi pekerjaan yang menjanjikan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Toko Tan Toey di Boven Digoel. (Repro Citra dan Perjuangan Perintis Kemerdekaan, Seri Perjuangan Ex Digul.).

15 Jun 2021
2 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

KAMP pengasingan Digoel, Papua menjadi momok tersendiri bagi siapapun yang coba-coba memberontak kepada pemerintah kolonial Belanda. Tak hanya dilingkupi hutan belantara sunyi, nyamuk-nyamuk penyebar malaria juga menghantui. Tunjangan minim juga tak cukup untuk penghidupan.


Maka berjualan jadi salah satu cara untuk bertahan, sebagaimana dilakukan banyak penghuni Kampung C. Menurut eks Digoelis Muhammad Bondan seperti ditulis Molly Bondan dalam Spanning a Revolution: Kisah Mohammad Bondan, Eks-Digulis, dan Pergerakan Nasional Indonesia, Kampung C adalah kampung paling sibuk di Digoel karena sebagian besar penghuninya membuka warung kecil-kecilan di rumah mereka.


“Wujud warung itu tidak lebih dari sebuah meja yang diberi taplak, diletakkan di depan pintu atau jendela yang terbuka, dengan di atasnya ditaruh barang-barang yang hendak dijual. Bagaimanapun kampung ini telah menjadi sesibuk seperti pusat perbelanjaan,” tulis Molly Bondan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
transparant.png
bottom of page