top of page

Menjelajah Toko Merah

Bangunan dari masa VOC ini awalnya tempat tinggal. Gonta-ganti pemilik hingga dinasionalisasi oleh pemerintah. Mengapa dinamai Toko Merah?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Toko Merah. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

8 Jun 2022
5 menit membaca

Diperbarui: 8 Jul 2025

BANGUNAN berbata merah itu tampak mencolok di antara bangunan tua di sepanjang Jalan Kali Besar, Jakarta. Pelancong bersepeda onthel silih berganti menyinggahinya. Berbekal kamera digital, mereka asyik menjepret bagian depan bangunan itu. Prasasti yang terpampang di tembok depan bangunan menjadi latar untuk foto mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page