top of page

Sejarah Indonesia

Menjelajah Toko Merah

Menjelajah Toko Merah

Bangunan dari masa VOC ini awalnya tempat tinggal. Gonta-ganti pemilik hingga dinasionalisasi oleh pemerintah. Mengapa dinamai Toko Merah?

8 Juni 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Toko Merah. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

Diperbarui: 8 Jul

BANGUNAN berbata merah itu tampak mencolok di antara bangunan tua di sepanjang Jalan Kali Besar, Jakarta. Pelancong bersepeda onthel silih berganti menyinggahinya. Berbekal kamera digital, mereka asyik menjepret bagian depan bangunan itu. Prasasti yang terpampang di tembok depan bangunan menjadi latar untuk foto mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Pesta Panen dengan Ulos Sadum dan Tumtuman

Pesta Panen dengan Ulos Sadum dan Tumtuman

Kedua jenis ulos ini biasa digunakan dalam pesta sukacita orang Batak. Sadum untuk perempuan dan Tumtuman bagi laki-laki.
Hind Rajab dan Keheningan yang Memekakkan Telinga

Hind Rajab dan Keheningan yang Memekakkan Telinga

Film “The Voice of Hind Rajab” jadi antidot amnesia kisah bocah Gaza yang dibantai Israel dengan 335 peluru. PBB menyertakan tragedinya sebagai bagian dari genosida.
Orde Baru “Memfitnah” Orang Dayak

Orde Baru “Memfitnah” Orang Dayak

Dulu, orang Dayak dituduh pembakar hutan yang lebih berbahaya dari industri. Padahal, tidak banyak lahan hutan alam Kalimantan yang mereka gunduli.
Foto "Gadis Napalm" yang Kontroversial

Foto "Gadis Napalm" yang Kontroversial

Cerita di balik potret bocah-bocah yang menangis histeris saat terjadi serangan napalm di Perang Vietnam. Kini atribusi fotonya jadi polemik.
Anak Tawanan Itu Bernyanyi “Nina Bobo”

Anak Tawanan Itu Bernyanyi “Nina Bobo”

Sukses sebagai penyanyi di Belanda, Anneke Gronloh tak melupakan Indonesia sebagai tempatnya dilahirkan.
bottom of page