- 15 Agu 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 2 Jun
“MACMAHON Ball ditunjuk oleh Dr. Evatt, Menteri Luar Negeri, untuk memimpin delegasi Australia guna membuat laporan tentang Republik Indonesia yang baru saja mendeklarasikan kemerdekaannya. Ia mengajak Joe Isaac, dosen muda Universitas Melbourne yang menguasai bahasa Belanda dan Indonesia, bergabung sebagai asisten pribadinya. Setelah briefing di Canberra, mereka berputar terbang ke Indonesia.”
Begitulah informasi dari panel bertema “Misi Pencari Fakta ke Batavia” di Pameran “Two Nations: A Friendship is Born” yang digelar di Museum Bahari, Jakarta, 15 Agustus-1 September 2024. Pameran dalam rangka mempererat 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia sekaligus turut merayakan HUT RI ke-79 itu bertujuan mengingatkan publik bahwa rakyat dan pemerintah Australia berdiri di barisan pendukung kemerdekaan Indonesia.
“Pada saat Australia dan Indonesia merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, pameran ini menawarkan wawasan menarik tentang sejarah bersama dan persahabatan yang terjalin lama antara kedua negara kita,” tutur Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams dalam pembukaan pameran, Selasa (13/8/2024).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















