- 3 Okt 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 26 Apr
TAK terbayang dalam benak Nani Nurani Affandi, kehadirannya sebagai pengisi acara HUT Partai Komunis Indonesia (PKI) di Gedung Pertemuan ROXY, Cianjur pada Juni 1965, membuatnya terseret ke dalam prahara Gerakan 30 September 1965.
Wanita berjuluk “suara emas dari Cianjur” itu dikenal sebagai penyanyi dan penari Sunda klasik yang cukup tersohor. Presiden Sukarno kerap memintanya untuk menghibur tamu-tamu agung di Istana Cipanas.
“Bung Karno yang sangat mengagumi dan mencintai kesenian klasik tentu saja selalu meminta saya menyanyi dan menari,” kata Nani dalam biografinya, Penyanyi Istana: Suara Hati Penyanyi Kebanggaan Bung Karno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















