top of page

Nani Nurani Affandi dari Istana ke Penjara

Nani Nurani Affandi penyanyi Istana kebanggaan Sukarno. Dipenjara tujuh tahun karena dituduh terlibat G30S.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nani Nurani Affandi bersama tahanan politik wanita di penjara Bukit Duri. (Dok. Nani Nurani Affandi).

  • 3 Okt 2022
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 26 Apr

TAK terbayang dalam benak Nani Nurani Affandi, kehadirannya sebagai pengisi acara HUT Partai Komunis Indonesia (PKI) di Gedung Pertemuan ROXY, Cianjur pada Juni 1965, membuatnya terseret ke dalam prahara Gerakan 30 September 1965.


Wanita berjuluk “suara emas dari Cianjur” itu dikenal sebagai penyanyi dan penari Sunda klasik yang cukup tersohor. Presiden Sukarno kerap memintanya untuk menghibur tamu-tamu agung di Istana Cipanas.


“Bung Karno yang sangat mengagumi dan mencintai kesenian klasik tentu saja selalu meminta saya menyanyi dan menari,” kata Nani dalam biografinya, Penyanyi Istana: Suara Hati Penyanyi Kebanggaan Bung Karno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page