- 5 Jul 2020
- 6 menit membaca
Diperbarui: 16 Mar
DALAM rapat para panglima Angkatan Darat seluruh Indonesia di Markas Besar Ganefo, Senayan, Jakarta, 28 Mei 1965, Presiden Sukarno menyampaikan pidato berjudul “Imperialis Mau Menghantam, Kita Harus Siap Siaga.”
Sukarno mengatakan sudah tentu pihak musuh mengadakan spionase hebat kepada kita. Pada suatu hari rumah Bill Palmer di Gunung Mas, Puncak, Bogor, digerebek dan ditemukan dokumen.
“Salah satu dokumen itu nyata betul apa yang saya tadinya masih betwijfelen (meragukan). Kan dulu itu selalu berkata oleh pihak kiri, Bill Palmer adalah spion CIA. Bil Palmer adalah orang CIA. Tadinya saya sendiri, terus terang, is dat wel waar (benarkah), bahwa Bill Palmer itu spion CIA? Sebab dia itu begitu baik, apalagi terhadap film artis Indonesia. He, kiranya pada waktu rumahnya digerebek, anak-anak kita ini mendapat dokumen di rumah Bill Palmer. Itu yang ditunjukan. Wah betul, hij was een spion (dia adalah mata-mata),” kata Sukarno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















