- Randy Wirayudha

- 19 Des 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 19 Des 2025
KETENANGAN di Pangkalan Udara (Lanud) Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Maguwo, Yogyakarta sekira pukul 6 pagi, 19 Desember 1948, itu mendadak berganti kegaduhan. Alarm peringatan meraung-raung seiring mulai menyalaknya meriam-meriam anti-udara. Tetapi perlawanan pasukan pangkalan itu segera dijinakkan pesawat-pesawat tempur P-40 Kittyhawk dan P-51 Mustang dari Skadron ke-18 Commando Java Koninklijke Luchmaacht (Angkatan Udara Kerajaan Belanda Komando Jawa).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












