top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pengalaman Mantan Direktur CIA di Indonesia

Pengalaman John O. Brennan berkunjung ke Indonesia. Barack Obama mengangkatnya sebagai direktur CIA.

16 Nov 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Wakil Presiden Joe Biden mengambil sumpah John Brennan sebagai direktur CIA di Ruang Roosevelt Gedung Putih pada 8 Maret 2013. (David Lienemann/Official White House Photo).

JOHN O. Brennan diterima di Georgetown University di Washington D.C., tetapi memutuskan untuk kuliah ilmu politik di Fordham University di Bronx. Pada musim semi tahun pertama, dia diundang sepupunya, Tom Brokaw, untuk menghabiskan musim panas bersamanya di Indonesia. Tom bekerja sebagai petugas Food for Peace USAID di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Tom yang membayar tiket pesawat pulang-pergi. Tawaran untuk melepaskan diri dari kebosanan musim panas New Jersey terlalu bagus untuk dilewatkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page