- 21 Nov 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 4 Jan
SUATU hari Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pembangunan (Menko Ekuin) Radius Prawiro terlibat dalam jamuan makan malam bersama Ketua Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI) sekaligus Menteri Kerjasama dan Pembangunan Belanda Jan Pieter Pronk, Kwik Kian Gie, dan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Sabam Siagian.
Sambil makan, Sabam bercerita tentang kekejaman operasi militer di Timor Timur dalam apa yang dikenal dengan Pembantaian Santa Cruz. Para demonstran pro-kemerdekaan ditembaki di dekat Kompleks Permakaman Santa Cruz, Dili, Timor Timur pada 12 November 1991.
Pronk yang juga politisi Partai Buruh di Belanda menyimak cerita tersebut dengan takzim.
“Sepulang dari Indonesia, Pronk yang ex officio ketua IGGI menulis surat kepada pemerintah Indonesia, bahwa semua bantuan dan pinjaman ditangguhkan sampai dirinya diizinkan dan selesai melakukan inspeksi di Timor Timur,” tulis Kwik Kian Gie dalam memoarnya Menelusuri Zaman.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












