top of page

Perang Tanding di Iwo Jima (2)

Seorang jenderal Jepang melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Para perwira Amerika Serikat terkesan akan keberanian dan kecerdikannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan Marinir AS tengah menghajar kubu pasukan Jepang di Iwo Jima. (history.net).

17 Mar 2021
3 menit membaca

LETNAN Jenderal Tadamichi Kuribayashi memiliki sikap dan strategi yang sangat berbeda dengan Letnan Jenderal Yoshitsugu Saito, koleganya dari Divisi ke-43 Tentara Kekaisaran Jepang yang memimpin perang di Saipan. Jika Saito membolehkan sake (minuman keras khas Jepang) beredar di bunker-nya, maka Kuribayashi melarang sama sekali anak buahnya meminum setetes pun sake selama berhadapan dengan tentara AS di Iwo Jima.


Sebelum membangun pertahanan di Iwo Jima, Kuribayashi memerintahkan agar penduduk sipil menyingkir ke daratan Jepang. Dia meyakini bahwa sebuah pangkalan militer harus terbebas dari penduduk sipil karena mereka dianggap hanya akan menghambat suatu operasi militer yang besar. Sang jenderal juga menabukan kehadiran perempuan penghibur di basis pertahanannya.


“Dia berpendapat perempuan penghibur hanya akan menghancurkan moral para prajuritnya,” ungkap R.S. Boender dalam Terhempas Prahara ke Pasifik.


Kuribayashi sangat mafhum jika para prajuritnya tidak hanya harus membangun benteng pertahanan yang tangguh, namun mereka pun harus memiliki mental sekuat baja. Terlebih mereka akan melakukan perlawanan dari bawah tanah dalam jangka waktu yang tak terhingga. Perasaan bosan dan putus asa tentu saja harus dienyahkan.


Mengapa sang jenderal lebih memilih pasukannya untuk membangun benteng-benteng beton di bawah tanah? Lewat suatu riset yang panjang, Kuribayashi meyakini pulau yang ditutupi pasir hitam Gunung Suribachi dan dipenuhi karang itu akan kuat menahan bom-bom AS.


Dan keyakinannya itu memang menemukan kebenaran di lapangan. Sebelum mendaratkan pasukannya ke pantai Iwo Jima, pesawat-pesawat B-29 AS telah membombardir pulau tersebut selama 72 hari  berturut-turut. Tidak cukup itu, kapal-kapal perang Angkatan Laut AS tiga hari sebelum D-day juga ikut menghajar Iwo Jima dengan ribuan ton peluru. Namun ajaibnya benteng pertahanan yang dibangun oleh para prajurit Divisi ke-109 tetaplah utuh.


Upaya identifikasi pertahanan Jepang yang dilakukan oleh Angkatan Udara AS dari atas juga seolah tak menemui hasil. Karena kemahirannya dalam ilmu penyamaran, sarang-sarang senapan mesin dan meriam tersamarkan oleh sekumpulan tanaman bunga yang beraneka ragam.


“Foto yang diambil oleh pesawat pengintai tak ada gunanya,” ungkap P.K. Ojong dalam Perang Pasifik.


Jumat, 16 Februari 1945 mulailah Armada ke-5 AS bergerak ke Iwo Jima. Tiga hari kemudian mereka mendaratkan pasukannya di pantai berpasir hitam tersebut. Menurut informasi resmi Museum Nasional Perang Dunia II, lebih dari 70.000 prajurit USMC (Korps Marinir Amerika Serikat) pimpinan Letnan Jenderal Holland M. Smith diturunkan guna menghadapi 23.000 anak buah Letnan Jenderal Kuribayashi.


Pendaratan mereka pada awalnya berjalan mulus. Namun begitu jarum jam menunjukan angka 9, senapan mesin dan meriam-meriam Jepang mulai menyalak seolah dengan suara-suara itu mereka ingin menghantarkan neraka kepada para marinir tersebut.


Para penyerbu yang bertiarap lalu bergerak dengan tubuhnya memang selamat dari hajaran senapan mesin. Namun begitu mortir raksasa Jepang yang memiliki diameter 320 mm menyalak, maka para perangkak pun tak bisa berbuat apa-apa selain harus menerima hantaman peluru mortir dan pecahannya. Dalam hantaman pertama ratusan prajurit marinir langsung berjatuhan. Sebagian besar dari mereka langsung tewas di tempat.


Panik yang menggila meliputi pasukan marinir kala itu. Dalam situasi tersebut, keunggulan teknik militer AS sama sekali tak berguna. Mereka hanya bisa menembakan senjatanya secara membabibuta karena musuh yang mereka harus hadapi tidak terlihat seorang pun.


Berbeda dengan kolega-koleganya di palagan Pasifik lainnya, Kuribayashi sama sekali “mengharamkan” pasukannya untuk melakukan serangan banzai. Mereka diperintahkan untuk tinggal di dalam benteng pertahanan sembari menghabisi musuh sebanyak-banyaknya.


Praktis pasukan marinir harus merebut tanah Iwo Jima secara permeter, benteng perbenteng sambil merangkak dengan perut. Itu pun terjadi dengan korban yang sangat banyak. Akibat tembakan meriam kaliber 320 mm, sebagian besar korbannya tewas dengan kondisi luka yang mengerikan.


“Belum pernah saya melihat tubuh-tubuh yang begitu rusak di Pasifik seperti di Iwo Jima,” ungkap jurnalis perang Robert Sherrod dalam laporannya di majalah Time, 5 Maret 1945.

Awal Maret 1945, perlawanan pasukan Jepang mulai mereda. Pertempuran kemudian hanya dilanjutkan dengan operasi-operasi pembersihan semata. Selama hampir sebulan,


Pertempuran Iwo Jima telah mengorbankan hampir 27 ribu prajuritnya dengan rincian: 6.821 orang tewas dan 20.000 lainnya terluka parah, cacat dan menjadi gila.


Sementara itu di pihak Jepang, dari 23.000 prajurit hanya sekira 200 orang yang bisa ditangkap hidup-hidup dan menjadi tawanan. Menurut Boender, sebagian besar dari tawanan itu bukanlah orang Jepang melainkan orang Korea dan Taiwan.


Kuribayashi sendiri “dicurigai” telah tewas di ujung utara dari Iwo Jima. Secara fisik, jasadnya tak pernah teridentifikasi oleh pasukan AS. Hal itu terjadi karena seluruh mayat tentara Jepang yang ditemukan di bunker-bunker tersebut sama sekali tak beridentitas dan tanda pangkatnya secara sengaja dimusnahkan.


Dalam memoirnya, Coral and Brass,  Jenderal Holland Smith mengenang Kuribayashi sebagai musuh yang sangat cerdik, kuat dan pantang menyerah. Dalam nada kagum, dia menyatakan bahwa jika pihak Jepang memiliki berbagai bintang jasa maka sudah sepatutnya Kuribayashi mendapatkan semua bintang-bintang itu.


Bahkan kepada jurnalis perang Robert Sherrod, seorang perwira AS pernah mengatakan tak berharap Jepang akan melahirkan kembali manusia seperti Kuribayashi.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Arti penting Natuna menarik perhatian Raja Prancis Charles X. Mengirim ekspedisi untuk mengetahuinya lebih dalam.
Arti penting Natuna menarik perhatian Raja Prancis Charles X. Mengirim ekspedisi untuk mengetahuinya lebih dalam.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini.
Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Berada di antara lempeng Afrika, Eurasia, dan Arabia, Turki jadi salah satu negara yang sering dilanda gempa dahsyat sejak ribuan tahun lampau.
Berada di antara lempeng Afrika, Eurasia, dan Arabia, Turki jadi salah satu negara yang sering dilanda gempa dahsyat sejak ribuan tahun lampau.
transparant.png
bottom of page