- 30 Jul 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
30 Juli 1950, seorang anggota Angkatan Umat Islam (AUI), dengan membawa sepucuk senjata, berjalan mondar-mandir di jalan Stasiun Kebumen, Jawa Tengah. Lagaknya yang mencurigakan menarik perhatikan seorang anggota Corps Polisi Militer (CPM) yang sedang bertugas. Dia ditegur lalu ditangkap dan dibawa ke markas menggunakan truk.
Di tengah jalan, anggota AUI itu mengamuk. Malang, dia langsung dilumpuhkan petugas CPM dengan tembakan. Anggota AUI itu pun tewas. Kabar itu memicu kemarahan AUI. Markas AUI di daerah Somalangu, 4 kilometer utara Kabupaten Kebumen, dipenuhi pasukan laskar yang bersiaga.
Pada 1 Agustus 1950 pagi pasukan AUI mulai menembaki pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang berjaga di utara Stasiun Kebumen. Mereka juga merazia dan menyandera pegawai-pegawai pemerintah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















