- 18 Apr 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 16 Apr
ROMBONGAN tim sepak bola sering melakukan perjalanan menggunakan pesawat dari satu tempat ke tempat lain untuk bertanding. Akan tetapi, perjalanan itu tidak melulu mulus. Ada kalanya takdir pahit terjadi di tengah penerbangan yang berakhir kedukaan bagi banyak orang.
Sepanjang sejarah, kecelakaan pesawat yang mengangkut tim sepak bola terjadi beberapa kali. Contohnya, klub Liga Inggris, Manchester United, beberapa pemainnya tewas dalam Tragedi Munich pada 1958. Jauh setelah itu, pada 1993 timnas Zambia mengalami hal serupa bahkan lebih nahas karena hampir seluruh pemain tim generasi emas meninggal dunia di lepas pantai Gabon. Nasib yang sama dirasakan klub Brasil, Chapecoense setelah pesawat LaMia 2933 jatuh ketika terbang menuju Medelin, Kolombia pada 2016.
Jika saja tak bernasib mujur, mungkin rombongan pemain timnas Indonesia dan ofisialnya masuk dalam catatan kelam itu. Ceritanya, pada 1953 rombongan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu menumpang pesawat yang bermasalah menuju Manila, Filipina, sehingga melakukan pendaratan darurat. Setelah diperbaiki, pesawat mencoba terbang lagi, tetapi hampir saja jatuh ke laut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















