top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pesona dari Desa Penglipuran

Tidak hanya disambut oleh udara bersih dan suasana yang asri, Desa Penglipuran juga punya segudang daya pikat lain yang sayang bila dilewatkan.

24 Des 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Aktivitas para warga di Desa Penglipuran. Saat ini Penglipuran menjadi desa terbersih ketiga di dunia. (Fernando Randy/Historia.ID).

  • 24 Des 2022
  • 3 menit membaca

Bila kita bicara tentang destinasi wisata di Indonesia tentu saja tidak akan lepas dari Bali. Beragam wisata ada disana, mulai dari wisata alam hingga budaya semua ada di sana. Salah satu tujuan wisata itu adalah Desa Adat Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli. 


Menurut catatan sejarah, desa ini sudah ada sejak masa pemerintahan Dewa Gede Putu Tangkeban III pada abada ke-14. Dikisahkan, masyarakat Bangli sering menggunakan jasa orang-orang dari Desa Bayung Gede berkaitan dengan kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan bela diri. Masyarakat Bangli menyediakan tempat istirahat bagi orang-orang dari Bayung Gede di tempat yang dikenal sebagai Desa Panglipuran. 


Seorang warga saat melintas di kawasan Desa Penglipuran Bali. (Fernando Randy/Historia.ID).
Seorang warga saat melintas di kawasan Desa Penglipuran Bali. (Fernando Randy/Historia.ID).

Menurut salah satu warga yang dituakan di Desa Panglipuran, Made (51), nama Panglipuran berasal kata "pengeling pura". “Jadi pengeling atau eling itu artinya ingat dan pura artinya tanah leluhur jadi kita harus selalu ingat pada tanah leluhur serta harus selalu patuh pada adat istiadatnya," ujar Made. 


Desa Panglipuran sendiri memiliki beberapa keunikan yang sayang dilewatkan apabila kita berkunjung ke Bali. Salah satunya adalah soal kebersihan. Desa Panglipuran saat ini terkenal sebagai desa paling bersih se-Indonesia. Bahkan, desa yang mencapai 112 hektar ini menjadi yang terbersih ketiga di dunia setelah Desa Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda. Memasuki Panglipuran kita bukan hanya disambut oleh udara sejuk dan bersih, namun juga senyum ramah para warga desa. 


Potret salah satu warga yang tinggal di Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Potret salah satu warga yang tinggal di Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Salah satu patung yang ada di Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Salah satu patung yang ada di Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Zona Utama Mandala yang merupakan tempat suci berisi pura sebagai tempat memuja dewa. (Fernando Randy/Historia.ID).
Zona Utama Mandala yang merupakan tempat suci berisi pura sebagai tempat memuja dewa. (Fernando Randy/Historia.ID).

Keunikan lainya adalah bentuk tata ruang Desa Panglipuran yang masih menganut konsep Tri Mandala di mana lahan dibagi menjadi 3 zona. Zona pertama disebut Utama Mandala, yaitu tempat suci berisi pura sebagai tempat memuja para dewa. Kemudian ada zona kedua, yaitu Madya Mandala yang merupakan tempat tinggal manusia, dalam hal ini warga desa. Terakhir, ada zona Nista Mandala yang merupakan pemakaman desa. 


Dengan berbagai pesona tersebut, wajar apabila Desa Panglipuran selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan asing maupun lokal. Walau jaraknya cukup jauh dari Denpasar, sekitar 45km, namun tempat ini merupakan salah satu tujuan favorit banyak pemuda dan pemudi yang ingin melakukan sesi foto pre-wedding, termasuk Inri (25) dan Steve (26). “Karena sering ke Bali dan ingin salah satu lokasi fotonya bukan di pantai, kami memilih Panglipuran. Selain karena kita tahu bahwa lokasinya bagus dan bersih, yang bikin kita makin takjub adalah ternyata orang-orang disini ramah banget sama wisatawan,” kata Inri. 


Tampak Desa Penglipuran yang menganut konsep tradisional Tri Mandala. (Fernando Randy/Historia.ID).
Tampak Desa Penglipuran yang menganut konsep tradisional Tri Mandala. (Fernando Randy/Historia.ID).
Potret salah satu warga asli Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Potret salah satu warga asli Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Buah salak yang menjadi ciri khas Bali pun bisa ditemui saat berkunjung ke Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Buah salak yang menjadi ciri khas Bali pun bisa ditemui saat berkunjung ke Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).

Dengan semua pesona yang ada di Panglipuran, tentu saja kita berharap bahwa tradisi di sini tetap lestari. Itu juga yang menjadi harapan Wayan bagi para generasi muda desa ini agar tetap melanjutkan adat dan istiadat mereka. “Saya sangat berharap bahwa generasi muda mampu menyaring setiap pengaruh dari luar. Jadi secara mental mereka mampu terus menjaga dan mewarisi tradisi kami agar tidak hilang dan punah,” ungkap Wayan.


Salah satu warga Penglipuran saat menyapu halaman jalan dan rumah mereka. (Fernando Randy/Historia.ID).
Salah satu warga Penglipuran saat menyapu halaman jalan dan rumah mereka. (Fernando Randy/Historia.ID).
Tampak halaman rumah yang asri dan bersih di Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Tampak halaman rumah yang asri dan bersih di Desa Penglipuran. (Fernando Randy/Historia.ID).
Desa Penglipuran yang saat ini menjadi desa terbersih ketiga di dunia. (Fernando Randy/Historia.ID).
Desa Penglipuran yang saat ini menjadi desa terbersih ketiga di dunia. (Fernando Randy/Historia.ID).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page