top of page

Potong Kuping Demi Indonesia Merdeka

Berita Proklamasi kemerdekaan Indonesia disebarluaskan ke berbagai daerah. Seorang utusan menggadaikan telinga ke bank untuk memperoleh ongkos memberitakan Proklamasi kemerdekaan ke Kediri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anggota Barisan Pelopor bersenjata bambu runcing menyambut Proklamasi kemerdekaan di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. (IPPHOS).

30 Agu
3 menit membaca

PROKLAMASI kemerdekaan Indonesia bergema dari rumah Sukarno di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Hari bersejarah itu berlangsung khidmat dan sederhana. Tapi, di berbagai daerah, tak banyak orang tahu apa yang terjadi pada 17 Agustus 1945.


“Karena gaungnya enggak ada, maka Bung Karno perintahkan ke bapak saya, kirim anak-anak Barisan Pelopor ke daerah asalnya. Umumkan bahwa Indonesia sudah merdeka,” tutur Tanto Sudiro (79) kepada Historia.ID. Tanto Sudiro merupakan putra bungsu Sudiro yang dikenal sebagai wali kota kemudian gubernur Jakarta.


Ketika Proklamasi kemerdekaan, Sudiro sebagai komandan Barisan Pelopor atau Shuisintai, organisasi sayap militer Jawa Hookookai (Kebaktian Rakyat Jawa). Menjelang dan sesudah Proklamasi kemerdekaan, Barisan Pelopor berperan dalam pengerahan massa dan menyebarluaskan berita kemerdekaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Lapangan Merah kembali jadi saksi parade para patriot Rusia. Menggaungkan sentimen anti-Nazi dari masa Stalin hingga Putin.
Lapangan Merah kembali jadi saksi parade para patriot Rusia. Menggaungkan sentimen anti-Nazi dari masa Stalin hingga Putin.
transparant.png
bottom of page