PROKLAMASI kemerdekaan Indonesia bergema dari rumah Sukarno di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Hari bersejarah itu berlangsung khidmat dan sederhana. Tapi, di berbagai daerah, tak banyak orang tahu apa yang terjadi pada 17 Agustus 1945.
“Karena gaungnya enggak ada, maka Bung Karno perintahkan ke bapak saya, kirim anak-anak Barisan Pelopor ke daerah asalnya. Umumkan bahwa Indonesia sudah merdeka,” tutur Tanto Sudiro (79) kepada Historia.ID. Tanto Sudiro merupakan putra bungsu Sudiro yang dikenal sebagai wali kota kemudian gubernur Jakarta.
Ketika Proklamasi kemerdekaan, Sudiro sebagai komandan Barisan Pelopor atau Shuisintai, organisasi sayap militer Jawa Hookookai (Kebaktian Rakyat Jawa). Menjelang dan sesudah Proklamasi kemerdekaan, Barisan Pelopor berperan dalam pengerahan massa dan menyebarluaskan berita kemerdekaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












