top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Rumah-Rumah Bikinan VOC

Bangunan VOC di Hindia Belanda awalnya panas, gerah, dan tidak nyaman. Kemudian disesuaikan dengan iklim setempat.

20 Jun 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Rumah Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff (menjabat 1743--1750) di Batavia. Sekarang menjadi Toko Merah. (Tropenmuseum).

  • 20 Jun 2019
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 13 Mar

ORANG-orang Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) merebut Jaccatra pada 1619. Mereka mendirikan kota pelabuhan baru bernama Batavia di atas puing-puing Jaccatra. Batavia kota berbenteng, mirip dengan tipologi kota-kota di Eropa. Di dalam benteng, orang-orang VOC mendirikan aneka bangunan: kantor dagang atau pemerintahan, gudang penyimpanan, dan rumah.


Kebanyakan bangunan tersebut mengambil model dari Negeri Belanda dan contoh-contoh bangunan peninggalan Portugis, rival VOC di Asia.


“Pada zaman ini tipologi bangunan empat musim ditransplantasikan (atau diterapkan dengan paksa) di kawasan tropis yang memiliki temperatur tinggi, kelembapan tinggi, curah hujan tinggi, dan terpaan terik matahari jauh lebih lama,” catat Johannes Widodo dalam “Arsitektur Indonesia Modern: Transplantasi, Adaptasi, Akomodasi, dan Hibridisasi” termuat di Masa Lalu dalam Masa Kini Arsitektur Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Aksi Heroik Niek De Koning, Kawan Pendiri Kopassus

Aksi Heroik Niek De Koning, Kawan Pendiri Kopassus

Perang memaksa Niek de Koning masuk tentara di usia tak muda. Mantan guru ini justru bersinar di palagan Burma bersama pasukan komando Belanda.
Catatan Snouck Hurgronje Tentang Kebiasaan Umat Islam di Hindia Belanda

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Kebiasaan Umat Islam di Hindia Belanda

Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
Tiga Prasasti Tarumanagara (Bagian I)

Tiga Prasasti Tarumanagara (Bagian I)

Selain epigraf-epigraf dalam tujuh prasasti, sumber-sumber sejarah Tarumanagara juga berasal dari arca dan percandian di dua situs arkeologis.
Ngalap Berkah Kala Ziarah

Ngalap Berkah Kala Ziarah

Praktik ziarah makam keramat di Nusantara sudah ada sejak zaman purbakala. Maknanya bergonta-ganti dari zaman ke zaman.
27 Maret 1968: Wilhelmus Zakaria Johannes Menjadi Pahlawan Nasional

27 Maret 1968: Wilhelmus Zakaria Johannes Menjadi Pahlawan Nasional

Wilhelmus Zakaria Johannes ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional karena berjasa dalam kedokteran khususnya bidang radiologi.
bottom of page