top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Runtuhnya Kesultanan Banten

Timeline sejarah Kesultanan Banten dari didirikan hingga keruntuhan.

Oleh :
Historia
17 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Reruntuhan Keraton Kaibon di Banten Lama. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

  • 18 Des 2024
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 1 Jan

932

Banten masih berupa kadipaten di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda. Pusat kadipaten Banten berada di Banten Girang, 13 km di selatan Banten Lama sekarang.


1524

Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati datang ke Banten untuk menyebarkan agama Islam.


1525

Dengan bantuan pasukan dari Kerajaan Demak, Syarif Hidayatullah menyerang dan menaklukkan Banten.


1526

Kesultanan Banten berdiri sebagai protektorat yang dikontrol Kerajaan Demak, dengan Maulana Hasanuddin, putra Syarif Hidayatullah, sebagai penguasanya.


1527

Pusat pemerintahan Kesultanan Banten pindah ke delta Sungai Cibanten.


1552

Banten berdiri sendiri dan bebas dari pengaruh Kerajaan Demak, yang mulai melemah. Sultan membangun Keraton Surosowan dan Masjid Pacinan Tinggi.


1566

Masjid Agung Banten mulai dibangun.


1570

Maulana Yusuf berkuasa. Pada masanya dilakukan pembangunan benteng, merampungkan Masjid Agung, mendirikan Masjid Kasunyataan, membangun pertanian, kompleks sumber air yang disebut Tasikardi, dan irigasi.


1580

Maulana Muhammad Kanjeng Ratu Banten Surosowan menjadi sultan. Karena masih terlalu muda, pemerintahan dijalankan wali. Pada masa jabatannya, Masjid Agung Banten diperindah; melapisi tembok masjid dengan porselen dan tiangnya dibuat dengan kayu cendana, serta menambahkan tempat salat untuk perempuan, yang disebut pawestren atau pawadonan.


1596

Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Kadir naik takhta. Namun, selama belum dewasa, pemerintahan dijalankan wali. Terjadi konflik internal kesultanan.


1596

Belanda berlabuh di pelabuhan Banten di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.


1602

VOC mendirikan kantor dagang di Banten.


1651

Sultan Abulfath Abdulfattah, yang terkenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa, memerintah. Pada masa kekuasannya, Banten mengalami kejayaan. Penolakannya bekerjasama dengan VOC membawa Banten ke dalam peperangan.


1680

Sultan Ageng Tirtayasa pindah ke keraton Tirtayasa. Sultan Abu Nasr Abdul Kahar atau Sultan Haji, putranya yang diserahi menangani Keraton Surosowan, mengklaim takhta kesultanan.


1682

Sultan Ageng Tirtayasa menyerang dan menguasai Surosowan.


1683

Sultan Ageng Tirtayasa kalah dalam perang melawan Belanda yang bersekutu dengan Sultan Haji. Sultan Haji berkuasa.


1683

Pembangunan Benteng Speelwijk, dengan arsitek Hendrik Lucaszoon Cardeel, yang menandai kekuasaan VOC atas Banten.


1864

Perjanjian ditandatangani Sultan Haji dan VOC. Banten mengalami kemunduran. VOC menentukan sultan-sultan Banten berikutnya.


1808

Keraton Surosowan dirusak Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels karena Sultan Abul Mafakih Muhammad Aliyuddin atau Sultan Aliyuddin II menolak mengerahkan rakyat Banten untuk kerja rodi membangun jalan pertahanan di Ujung Kulon dan memindahkan keraton ke Anyer.


1813

Ketika Sultan Muhammad Syaifuddin berkuasa, dia dipaksa turun takhta dan kesultanan Banten dihapuskan oleh Inggris, yang menggantikan Belanda di Banten, di bawah kekuasaan Thomas Stamford Raffles. Keraton Surosowan yang rusak ditinggalkan penghuninya.


1815

Keraton Kaibon dibangun bagi Ratu Aisyah yang menjadi wali sultan yang masih kecil, Sultan Muhammad Rafiuddin.


1832

Kehancuran total Keraton Surosowan dan Keraton Kaibon oleh pemerintah Hindia Belanda.


Majalah Historia Nomor 33, Tahun III, 2016

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Belanda serahkan lagi tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Arca Siwa, Prasasti Damalung dan sebuah Al-Quran direpatriasi untuk disimpan di Museum Nasional.
Before the Rise of Tarumanagara

Before the Rise of Tarumanagara

Before Tarumanagara, there was a civilization called Buni. What is the story of Tarumanagara's origin?
Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Alami malfungsi binatu dan toilet, kapal induk AS ditarik mundur usai operasi menyerang Iran. Kisah lebih getir pada Perang Dunia II dialami U-Boat Jerman.
Invasi Kelinci

Invasi Kelinci

Bagaimana mungkin makhluk yang tampak rapuh dan menggemaskan itu bisa menjadi ancaman nasional yang membikin pemerintah kalang kabut?
Aksi Heroik Niek De Koning, Kawan Pendiri Kopassus

Aksi Heroik Niek De Koning, Kawan Pendiri Kopassus

Perang memaksa Niek de Koning masuk tentara di usia tak muda. Mantan guru ini justru bersinar di palagan Burma bersama pasukan komando Belanda.
bottom of page