- 19 Agu 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
GEDUNG besar bergaya setengah art deco itu masih berdiri kokoh di tengah kota Yogyakarta. Catnya bercorak kombinasi hijau tua dan hijau muda; menandakan bangunan itu berada di bawah pengawasan TNI AD (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat). Semula, gedung yang dibangun tahun 1904 itu adalah rumah dinas pejabat administrator perkebunan Hindia Belanda di Jawa Tengah dan Yogyakarta, namun pada 1942-1945 dikuasai militer Jepang. Kini, gedung itu menjadi Museum Pusat TNI Dharma Wiratama.
“Pasca proklamasi kemerdekaan gedung ini kemudian beralih fungsi menjadi MBTKR (Markas Besar Tentara Keamanan Rakyat),” ujar pemandu museum kepada Historia.
Di gedung MBTKR itu terjadi peristiwa sangat penting. Sebulan usai diumumkan Maklumat Pemerintah tentang pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 oleh Presiden Sukarno, TKR belum memiliki pemimpin tertinggi. Kendati presiden sudah menetapkan Soeprijadi sebagai menteri keamanan rakyat, sampai batas yang sudah ditentukan pemimpin pemberontakan pasukan PETA (Pembela Tanah Air) di Blitar itu tak juga muncul. Isu yang berembus, Soeprijadi dibunuh tentara Jepang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












