top of page

Sudharto Sudiono, Tentara yang Bergiat dalam Tinju

Masa mudanya dilalui dalam Perang Dunia II dan revolusi kemerdekaan. Setelahnya ia bergiat dalam olahraga tinju.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pertandingan tinju di Morotai, Halmahera, Maluku Utara pada 18 Januari 1945. (Australian War Memorial).

  • 15 Feb 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 23 Jun

PERANG Dunia II membawa Sudharto Sudiono berkelana. Pada 1942, anak dari kepala bagian kementerian hukum kolonial di Batavia ini, terdampar di Australia bersama ribuan serdadu KNIL (Koninklijke Nederlands Indisch Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Kala itu, Hindia Belanda telah diduduki tentara Jepang.


Sudharto Sudiono, menurut Hilderia Sitanggang dalam Sudharto Sudiono: Hasil Karya dan Pengabdiannya, kemudian berpangkat sersan dan pernah ditempatkan di Timur Tengah dan Afrika Utara.


Sementara itu, Harsya W. Bachtiar dalam Siapa Dia Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menyebut Sudharto pernah menjadi perwira (rendahan) tentara New Zealand dalam Perang Dunia II.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
transparant.png
bottom of page