top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Surga bagi Keberagaman

Sejak dulu, masyarakat Bali mengakui dan menoleransi keberagaman seksualitas. Kampanye homofobia mengakhiri zaman keemasan Eropa di Bali.

17 Jan 2011

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Illustrasi Surga bagi Keberagaman.

  • 18 Jan 2011
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 12 Des 2025

SEJAK berabad silam, hubungan seks sesama jenis bukan hal yang ditabukan dalam masyarakat Bali. Ia sudah menjadi bagian kehidupan sehari-sehari. Ini setidaknya dapat dilihat dari catatan perjalanan Dr Julius Jacobs, Eenigen Tijd Onder de Baliers: Eene Reisbeschrijving Met Aantekeningen Betreffende Hygiene, Land—En Volkenkunde Van Eilanden Bali en Lombok. Jacobs adalah seorang pejabat kesehatan Belanda yang datang ke Bali awal 1880-an dengan tujuan mempromosikan penggunaan imunisasi cacar air.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page