top of page

Teror Si Kepala Batu

Kantor PKI digranat oleh kelompok antikomunis. Aidit menyebut mereka sebagai “kekuatan kepala batu”.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penduduk melihat Kantor CC PKI yang malam sebelumnya digranat. (Harian Rakjat).

8 Okt 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei

MENJELANG tengah malam, 4 Juli 1957. Anggota CC PKI masih menggelar sidang pleno. Tiba-tiba terdengar suara ledakan. Tiga granat mengenai kantor CC PKI yang berlokasi di Kramat Raya. Pelakunya langsung kabur dengan sebuah pick-up Chevrolet berwarna hijau tua.


Warga sekitar berdatangan. Anggota Pemuda Rakyat langsung bersiaga menjaga gedung CC PKI. Polisi tiba untuk menyelidiki. Komandan Komando Militer Kota Besar (KMKB) Djakarta Raja Letkol Dachjar datang mengecek lokasi. D.N. Aidit dan M.H. Lukman menerima kedatangannya.


“Peristiwa ini adalah suatu peringatan bagi seluruh anggota PKI dan partai-partai serta orang-orang demokratis lainnya untuk senantiasa waspada dalam menghadapi kenekatan kaum reaksi yang semakin memuncak,” ujar Aidit kepada khalayak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page