- 15 Jul 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 Apr
KEPALA Bakin (kini BIN) Jenderal Yoga Soegama berang bukan kepalang. Bagaimana tidak, Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” jurusan Jakarta-Palembang-Medan yang sedang transit di Bandara Bayan Lepas, Penang, Malaysia dibajak sekelompok teroris. Celakanya, kedutaan Indonesia di Malaysia sedang kosong sehingga tidak ada yang dapat dihubungi. Kekesalan itu ditumpahkan Yoga kepada B.S. Arifin, Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri.
“Buatkanlah suatu cara dan kebiasaan menghadapi keadaan darurat. Saya tidak meminta para duta besar harus selalu ada di tempat tugas. Juga wakilnya. Tapi setidak-tidaknya kalau hendak bepergian tinggalkanlah pesan, tinggalkanlah petunjuk di mana mereka bisa dihubungi. Bisa dikontak,” kata Yoga mengeluh seperti dikutip B. Wiwoho dalam Operasi Woyla: Sebuah Dokumen Sejarah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















